{"id":31779,"date":"2026-04-28T15:51:25","date_gmt":"2026-04-28T08:51:25","guid":{"rendered":"https:\/\/bolehdicoba.com\/?p=31779"},"modified":"2026-04-28T15:51:27","modified_gmt":"2026-04-28T08:51:27","slug":"content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/","title":{"rendered":"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya"},"content":{"rendered":"<p>Setelah <em>peak season<\/em> seperti Ramadan, banyak <em>brand <\/em>yang <em>engagement<\/em>-nya turun, padahal konten masih jalan dengan frekuensi dan bujet<em> <\/em>konsisten. Di sinilah <em>brand <\/em>keliru membaca situasi. Faktanya, <em>content marketing<\/em> setelah <em>peak season<\/em> ada di level yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, masalahnya bukan pada konsistensi, melainkan pada arah konten yang belum ikut beradaptasi dengan kondisi audiens setelah <em>peak season<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenapa Konten Perlu Berubah setelah Peak Season?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"767\" src=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-1024x767.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31783\" srcset=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-1024x767.jpeg 1024w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-300x225.jpeg 300w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-768x575.jpeg 768w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-1536x1151.jpeg 1536w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10-16x12.jpeg 16w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-10.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pasca <em>peak season<\/em>, dinamika audiens berubah cukup signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Alasannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Muncul kejenuhan. Konten yang repetitif mungkin awalnya menarik, tetapi seiring waktu daya tariknya menghilang dan terasa <em>nggak fresh<\/em>.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Pola konsumsi berubah. Impulsivitas saat <em>peak season <\/em>berubah menjadi pembelian sarat pertimbangan. Ini membuat konten yang terlalu \u201c<em>pushy<\/em>\u201d justru kurang efektif.\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>D<em>emand <\/em>lebih rasional dan selektif. Artinya, konten yang perform di Ramadan belum tentu relevan setelahnya.\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tanpa penyesuaian strategi, <em>brand <\/em>berisiko tetap aktif secara <em>output<\/em>, tapi kehilangan koneksi dengan audiens.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tanda Konten Mulai Perlu Di-refresh<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"468\" src=\"blob:https:\/\/bolehdicoba.com\/e2958d60-2736-4248-8a68-9c5d01c6c92f\"><\/p>\n\n\n\n<p>Performa konten biasanya mulai menunjukkan perubahan pasca <em>peak season<\/em>. Meskipun secara <em>output <\/em>terlihat konsisten, ada beberapa sinyal halus yang menandakan bahwa konten sudah tidak efektif dan perlu di-<em>refresh<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa indikatornya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Engagement Mulai Turun. <\/strong>Turunnya interaksi (<em>like, save, share)<\/em> menandakan audiens sudah kurang tertarik atau <em>nggak <\/em>merasa kontennya <em>worth <\/em>untuk di-<em>engage<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>CTR Iklan Merosot. <\/strong>Audiens iklan masih sama, tetapi kliknya berkurang? Ini menunjukkan konten <em>nggak <\/em>cukup kuat untuk menarik perhatian lagi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Reach <\/em><\/strong><strong>Stagnan. <\/strong>Jangkauan <em>nggak <\/em>berkembang meskipun frekuensi posting dan <em>budget <\/em>tetap. Konten gagal \u201cdi-<em>push<\/em>\u201d lebih luas karena performa awalnya tidak cukup kuat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Familiar <\/em><\/strong><strong>dengan Format &amp; Angle Konten. <\/strong>Gaya visual, <em>hook<\/em>, maupun pesan terasa repetitif di mata audiens sehingga <em>nggak<\/em> ada lagi rasa penasaran atau <em>novelty<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jadi, ini semua bukan sekadar masalah algoritma, tapi sinyal jelas terjadinya <em>creative fatigue<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Arah Evolusi Konten setelah Peak Season<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"767\" src=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-1024x767.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31780\" srcset=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-1024x767.jpeg 1024w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-300x225.jpeg 300w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-768x575.jpeg 768w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-1536x1151.jpeg 1536w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7-16x12.jpeg 16w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-7.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Buddies<\/em>, perubahan perilaku audiens mau <em>nggak<\/em> mau mendorong <em>brand<\/em> untuk memilih <em>approach <\/em>yang lebih relevan dan adaptif. Di fase ini, brand yang mampu berkembang adalah mereka yang berani mengubah arah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Nggak<\/em> hanya menjaga konsistensi, tapi juga menyesuaikan strategi dengan cara:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Dari <\/strong><strong><em>Hard Selling<\/em><\/strong><strong> \u2192 <\/strong><strong><em>Soft Conversion<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><em>K<\/em>onten<em> <\/em><em>peak season<\/em> dalam perusahaan sarat urgensi, promo, dan diskon untuk mendorong keputusan cepat. Namun, pendekatan ini tidak lagi efektif karena setelahnya, audiens perlu diyakinkan secara natural, bukan didorong secara agresif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Fokusnya berubah dari \u201c<em>harus beli sekarang<\/em>\u201d menjadi \u201c<em>ini alasan kenapa produk ini layak dipertimbangkan.<\/em>\u201d Jadi, alih-alih memakai pendekatan <em>hard selling<\/em> yang terlalu memaksa, <em>brand <\/em>perlu beralih ke <em>soft conversion <\/em>dengan <em>content marketing<\/em><em> <\/em>yang lebih edukatif, penuh <em>value<\/em>, hingga <em>storytelling.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Dari Promo \u2192 <\/strong><strong><em>Value <\/em><\/strong><strong>&amp; <\/strong><strong><em>Trust<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Diskon atau promo sangat efektif saat <em>peak season<\/em>. Namun, mengurangi intensitas <em>push <\/em>diskon bukan berarti menurunkan performa. Apalagi, setelah <em>peak season, <\/em>audiens lebih selektif dan rasional sehingga mereka butuh alasan yang solid selain sekadar harga murah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Perbanyak konten yang membangun kepercayaan, seperti edukasi produk, <em>use case<\/em>, dan pendekatan problem-solution. Tujuan content marketing dalam siklus pembelian bukan hanya <em>one-time purchase<\/em>, tetapi <em>repeat order<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Dari <\/strong><strong><em>Campaign-Based<\/em><\/strong><strong> \u2192 <\/strong><strong><em>Always-On Content<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Lumrah jika <em>brand <\/em>fokus pada <em>campaign <\/em>besar saat <em>seasonal marketing<\/em>. Namun setelahnya, \u201c<em>big moment<\/em>\u201d tidak selalu ada. Jika hanya menunggu <em>campaign<\/em> akhir tahun, Lebaran, Natal, Valentine, dan lainnya, maka konten akan terasa kosong.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, pilih pendekatan yang lebih fleksibel, sustain, dan relevan. Contohnya, <em>always-on content<\/em> yakni konten yang relevan secara harian, <em>relatable <\/em>dengan audiens, dan ringan untuk dikonsumsi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Refresh Format &amp; Angle<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Konten lama sebenarnya masih bisa digunakan, tapi perlu dikemas ulang dengan <em>angle <\/em>baru agar terasa fresh. Konten yang repetitif bukan soal visual saja, tetapi juga soal cara penyampaiannya itu-itu saja.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mengubah format dan <em>angle<\/em>, misalnya dari <em>hard<\/em> <em>selling<\/em> ke <em>storytelling<\/em>, dari <em>product<\/em> <em>highlight<\/em> ke POV relatable, atau menambahkan <em>behind<\/em> <em>the<\/em> <em>scenes<\/em> dan testimonial, bisa membuat konten lama terasa baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Integrasi dengan Funnel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Semua konten harus langsung menghasilkan penjualan? No. Ingat, <em>nggak <\/em>semua audiens berada di tahap siap beli.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, coba bagi peran konten dalam <em>funnel <\/em>yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>T<em>op funnel<\/em> <strong>\u2192 <\/strong><em>awareness<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Mid funnel<\/em> <strong>\u2192 <\/strong>edukasi dan <em>trust<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Bottom funnel<\/em> <strong>\u2192 <\/strong>conversion<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Struktur ini membuat setiap konten punya tujuan yang jelas dan saling terhubung sehingga <em>brand <\/em>bisa membangun <em>journey <\/em>yang lebih utuh. Hasilnya, audiens tidak hanya datang, tetapi juga dipandu sampai ke tahap pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <em>creative fatigue<\/em> itu normal setelah <em>peak season<\/em>. Namun, <em>engagement<\/em> yang turun merupakan sinyal untuk <em>adjust direction<\/em>. <em>Brand<\/em> harus menentukan arah evolusi konten agar tetap relevan. Ingat, <em>brand<\/em> yang sustain adalah yang adaptif, bukan yang paling aktif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Buat Arah Baru setelah Peak Season<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"767\" src=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-1024x767.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31781\" srcset=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-1024x767.jpeg 1024w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-300x225.jpeg 300w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-768x575.jpeg 768w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-1536x1151.jpeg 1536w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8-16x12.jpeg 16w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-8.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pasca <em>peak season<\/em>, yang dibutuhkan bukan lebih banyak konten, tapi konten yang lebih relevan. Karena di fase ini, yang menang bukan yang paling sering posting, tapi yang paling ngerti apa yang audiens butuhkan sekarang. Untuk bisa sampai di titik itu, <em>brand <\/em>perlu pendekatan yang lebih strategis, bukan sekadar eksekusi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kamu kesulitan menentukan <em>content marketing <\/em>setelah <em>peak season<\/em>?<\/p>\n\n\n\n<p>Tim <a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/\"><strong>BDD<\/strong><\/a> siap membantu <em>brand-<\/em>mu tumbuh dan berkembang melalui <strong>Social Media Management<\/strong> yang konsisten dan terarah, <strong>Creative Strategy<\/strong> yang adaptif terhadap perubahan perilaku audiens, hingga <strong>Performance Marketing<\/strong> yang memastikan setiap konten dan distribusi berdampak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kombinasi ini membuat konten tidak hanya berjalan, tetapi juga tetap relevan, efektif, dan menghasilkan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Content marketing setelah peak season harus beralih dari promosi agresif ke retensi pelanggan hingga membangun konten yang relatable<\/p>","protected":false},"author":13,"featured_media":31782,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[761],"tags":[884,743,2130,2126,35,2127,2128,2129],"class_list":["post-31779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-all-article","tag-bdd","tag-boleh-dicoba-digital","tag-campaign-akhir-tahun","tag-content-marketing-setelah-peak-season","tag-digital-marketing","tag-peak-season-dalam-perusahaan","tag-seasonal-marketing","tag-tujuan-content-marketing-dalam-siklus-pembelian"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Content marketing setelah peak season harus beralih dari promosi agresif ke retensi pelanggan hingga membangun konten yang relatable\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31779\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Content marketing setelah peak season harus beralih dari promosi agresif ke retensi pelanggan hingga membangun konten yang relatable\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Boleh Dicoba Digital\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-28T08:51:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-28T08:51:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Anindita Dita\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Anindita Dita\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/\"},\"author\":{\"name\":\"Anindita Dita\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/32f6a424c81fd4134de87a7a223379af\"},\"headline\":\"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya\",\"datePublished\":\"2026-04-28T08:51:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T08:51:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/\"},\"wordCount\":828,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"keywords\":[\"bdd\",\"boleh dicoba digital\",\"campaign akhir tahun\",\"content marketing setelah peak season\",\"digital marketing\",\"peak season dalam perusahaan\",\"seasonal marketing\",\"tujuan content marketing dalam siklus pembelian\"],\"articleSection\":[\"All Article\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/\",\"name\":\"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-04-28T08:51:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-28T08:51:27+00:00\",\"description\":\"Content marketing setelah peak season harus beralih dari promosi agresif ke retensi pelanggan hingga membangun konten yang relatable\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg\",\"width\":2048,\"height\":1534,\"caption\":\"content marketing setelah peak season\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\",\"name\":\"Boleh Dicoba Digital\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\",\"name\":\"Boleh Dicoba Digital\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png\",\"width\":201,\"height\":80,\"caption\":\"Boleh Dicoba Digital\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/32f6a424c81fd4134de87a7a223379af\",\"name\":\"Anindita Dita\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70f0369ddf669f9412840c20218fd1f2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70f0369ddf669f9412840c20218fd1f2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Anindita Dita\"},\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/author\/dita\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya","description":"Content marketing setelah peak season harus beralih dari promosi agresif ke retensi pelanggan hingga membangun konten yang relatable","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31779","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya","og_description":"Content marketing setelah peak season harus beralih dari promosi agresif ke retensi pelanggan hingga membangun konten yang relatable","og_url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/","og_site_name":"Boleh Dicoba Digital","article_published_time":"2026-04-28T08:51:25+00:00","article_modified_time":"2026-04-28T08:51:27+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1534,"url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Anindita Dita","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Anindita Dita","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/"},"author":{"name":"Anindita Dita","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/32f6a424c81fd4134de87a7a223379af"},"headline":"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya","datePublished":"2026-04-28T08:51:25+00:00","dateModified":"2026-04-28T08:51:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/"},"wordCount":828,"publisher":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg","keywords":["bdd","boleh dicoba digital","campaign akhir tahun","content marketing setelah peak season","digital marketing","peak season dalam perusahaan","seasonal marketing","tujuan content marketing dalam siklus pembelian"],"articleSection":["All Article"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/","name":"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg","datePublished":"2026-04-28T08:51:25+00:00","dateModified":"2026-04-28T08:51:27+00:00","description":"Content marketing setelah peak season harus beralih dari promosi agresif ke retensi pelanggan hingga membangun konten yang relatable","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#primaryimage","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg","contentUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/image-9.jpeg","width":2048,"height":1534,"caption":"content marketing setelah peak season"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/content-marketing-setelah-peak-season-tanda-arah-evolusi-dan-strateginya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bolehdicoba.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Content Marketing setelah Peak Season: Tanda, Arah Evolusi, dan Strateginya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/","name":"Boleh Dicoba Digital","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bolehdicoba.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization","name":"Boleh Dicoba Digital","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png","contentUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png","width":201,"height":80,"caption":"Boleh Dicoba Digital"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/32f6a424c81fd4134de87a7a223379af","name":"Anindita Dita","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70f0369ddf669f9412840c20218fd1f2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/70f0369ddf669f9412840c20218fd1f2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Anindita Dita"},"url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/author\/dita\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31779"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31784,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31779\/revisions\/31784"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}