{"id":33125,"date":"2026-08-02T18:37:30","date_gmt":"2026-08-02T11:37:30","guid":{"rendered":"https:\/\/bolehdicoba.com\/?p=33125"},"modified":"2026-08-02T18:37:31","modified_gmt":"2026-08-02T11:37:31","slug":"go-to-market-strategy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/go-to-market-strategy\/","title":{"rendered":"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1918\" src=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg\" alt=\"go to market strategy\" class=\"wp-image-33126\" srcset=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg 2560w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-300x225.jpg 300w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-1024x767.jpg 1024w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-768x575.jpg 768w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-1536x1151.jpg 1536w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-2048x1534.jpg 2048w, https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Go to market strategy sering dilewati saat bisnis buru-buru mengejar jadwal launching. Padahal, tanpa strategi yang jelas, budget marketing bisa cepat habis tanpa tahu channel mana yang paling efektif dan siapa target pelanggan yang paling potensial.<\/p>\n\n\n\n<p>Makanya, Kamu perlu peta jalan yang tepat agar peluncuran produk lebih terarah. Dengan strategi yang matang, produk lebih mudah menjangkau target pasar dan peluang sukses sejak hari pertama pun jadi lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Apa Itu Go to Market Strategy?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Go to market strategy adalah rencana terstruktur untuk memperkenalkan dan menjual produk atau layanan ke target pasar. Strategi ini mencakup riset pasar, target audience, positioning produk, channel distribusi, hingga taktik promosi agar semuanya berjalan selaras.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, go to market strategy adalah jembatan antara ide produk dan penjualan di pasar. Tanpa strategi ini, brand berisiko salah sasaran, salah timing, atau memilih channel yang kurang efektif saat produk diluncurkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, brand kopi kemasan yang awalnya hanya dijual di kafe ingin masuk ke minimarket. Tanpa go to market strategy, brand bisa salah memilih distributor, menetapkan harga, atau menyusun promosi karena perilaku pembeli di minimarket berbeda dengan pelanggan kafe.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Kapan Sebuah Bisnis Membutuhkan Go to Market Strategy?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kamu perlu menyusun go to market strategy di beberapa momen penting berikut, karena masing-masing momen punya risiko dan tantangan pasar yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Saat meluncurkan produk baru ke pasar yang sudah ada.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat masuk ke segmen atau kategori pasar yang benar-benar baru.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat melakukan rebranding atau reposisi produk lama.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat ekspansi bisnis ke kota, negara, atau channel baru.<\/li>\n\n\n\n<li>Saat kompetitor mulai merebut market share kamu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kelima momen ini punya satu benang merah. Setiap kali ada perubahan besar antara produk, pasar, atau cara jualan, asumsi lama Kamu tentang audiens dan channel bisa langsung tidak relevan lagi. Di titik inilah go to market strategy berfungsi sebagai alat untuk menguji ulang asumsi tersebut sebelum Kamu mengeluarkan budget besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Manfaat Go to Market Strategy<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Manfaat go to market strategy paling terasa saat dibandingkan dengan kondisi bisnis yang launching tanpa perencanaan matang. Tabel berikut merangkum perbedaannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Aspek<\/strong><\/td><td><strong>Tanpa Go to Market Strategy<\/strong><\/td><td><strong>Dengan Go to Market Strategy<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Alokasi Budget<\/td><td>Tersebar ke banyak channel tanpa data yang jelas<\/td><td>Fokus ke channel yang terbukti relevan dengan target audiens<\/td><\/tr><tr><td>Risiko Kegagalan<\/td><td>Tinggi, karena positioning belum divalidasi ke pasar<\/td><td>Lebih terukur, karena sudah melalui riset dan validasi<\/td><\/tr><tr><td>Kecepatan Adopsi<\/td><td>Lambat, pasar butuh waktu memahami produk<\/td><td>Lebih cepat, pesan dan channel sudah selaras dari awal<\/td><\/tr><tr><td>Konsistensi Tim<\/td><td>Marketing dan sales sering jalan sendiri-sendiri<\/td><td>Marketing dan sales bergerak dengan target yang sama<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Selain kelima aspek di atas, go to market strategy juga membuat evaluasi jadi lebih mudah. Karena setiap keputusan sudah didasari data dan target yang jelas sejak awal, Kamu bisa cepat tahu bagian mana dari strategi yang perlu diperbaiki tanpa harus menebak-nebak ulang dari nol.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Komponen Penting dalam Go to Market Strategy<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum menyusun strategi, Kamu perlu memahami komponen inti yang wajib ada di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Target audience persona<\/strong>, siapa yang benar-benar butuh produk kamu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Value proposition dan positioning<\/strong>, apa yang membedakan kamu dari kompetitor.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Channel distribusi dan penjualan<\/strong>, lewat mana produk sampai ke konsumen.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Strategi pricing<\/strong>, bagaimana harga disusun agar kompetitif dan profitable.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Marketing dan sales plan<\/strong>, taktik untuk membangun awareness dan konversi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metrik dan KPI<\/strong>, tolok ukur keberhasilan yang bisa dipantau secara berkala.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Keenam komponen ini saling mengunci satu sama lain. Kalau target audiens berubah, value proposition biasanya ikut berubah. Kalau channel distribusi berubah, strategi pricing dan marketing plan juga perlu disesuaikan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, go to market strategy sebaiknya disusun sebagai satu kesatuan, bukan dikerjakan terpisah-pisah oleh tim yang berbeda tanpa koordinasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/niche-market\/\"><strong>Niche Market: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menentukannya<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Cara Menyusun Go to Market Strategy<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut langkah praktis menyusun go to market strategy yang bisa langsung Kamu terapkan, lengkap dengan gambaran penerapannya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>1. Riset Pasar dan Kompetitor<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama adalah memahami kondisi pasar secara menyeluruh, mulai dari ukuran peluang, tren permintaan, sampai kekuatan dan kelemahan kompetitor yang sudah lebih dulu bermain. <a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/market-research\/\">Riset pasar<\/a> jadi dasar semua keputusan strategi berikutnya, sehingga Kamu tidak menyusun asumsi berdasarkan tebakan semata.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, sebelum meluncurkan produk skincare baru, Kamu bisa memetakan harga rata-rata kompetitor, klaim produk yang paling sering dipakai, dan keluhan konsumen di ulasan marketplace. Data semacam ini membantu Kamu menemukan celah pasar yang belum digarap kompetitor secara maksimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>2. Tentukan Target Audiens dan Persona<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah riset pasar selesai, petakan siapa <a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/target-audience\/\">target audience<\/a> Kamu secara spesifik, mulai dari demografi, kebiasaan belanja, sampai pain point yang mereka rasakan sehari-hari. Persona yang terlalu umum justru membuat pesan marketing jadi tidak tajam dan mudah diabaikan audiens.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, alih-alih menyasar &#8216;wanita usia 20 sampai 35 tahun&#8217;, Kamu bisa mempersempit jadi &#8216;karyawan kantoran usia 25 sampai 30 tahun yang mulai peduli skincare tapi terbatas budget&#8217;. Persona sekonkret ini memudahkan Kamu memilih pesan, channel, sampai gaya komunikasi yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>3. Susun Value Proposition<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Rumuskan alasan kuat kenapa target audience harus memilih produk Kamu, bukan produk kompetitor. <a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/full-insight-ini-berbagai-elemen-value-proposition-dan-cara-membuatnya\/\">Value proposition<\/a> harus jelas, spesifik, dan mudah diingat, bukan sekadar klaim umum seperti &#8216;kualitas terbaik&#8217; yang juga dipakai hampir semua kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh value proposition yang kuat misalnya, &#8216;skincare lokal dengan bahan aktif teruji klinis, harga di bawah brand luar sekelasnya&#8217;. Pesan seperti ini langsung menjawab kebutuhan sekaligus keberatan audiens soal harga dan kualitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>4. Pilih Channel dan Model Distribusi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tentukan channel paling efektif untuk menjangkau audiens, apakah lewat marketplace, website resmi, retail fisik, atau kombinasi beberapa channel sekaligus. Pilihan channel sebaiknya mengikuti kebiasaan belanja audiens, bukan sekadar mengikuti tren atau channel yang sedang ramai dipakai kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau target audience Kamu terbiasa riset produk di media sosial tapi belanja di marketplace, maka strategi kontennya perlu difokuskan membangun awareness di media sosial, sementara konversi penjualan diarahkan ke marketplace.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>5. Rancang Rencana Marketing dan Sales<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Susun timeline campaign, budget, dan taktik promosi yang selaras antara tim marketing dan tim sales, supaya kedua tim bergerak dengan pesan dan target angka yang sama sejak hari pertama peluncuran.<\/p>\n\n\n\n<p>Rencana ini idealnya mencakup fase pre-launch untuk membangun awareness, fase launch untuk mendorong konversi awal, dan fase post-launch untuk menjaga retensi. Tanpa pembagian fase yang jelas, campaign biasanya hanya ramai di awal lalu kehilangan momentum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>6. Ukur dan Optimasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pantau KPI secara rutin setelah launching, mulai dari traffic, conversion rate, sampai Cost Per Acquisition. Data ini jadi bahan evaluasi apakah strategi berjalan sesuai target atau perlu penyesuaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau ternyata satu channel menghasilkan CPA yang jauh lebih rendah dibanding channel lain, Kamu bisa mengalihkan budget ke channel tersebut secara bertahap. Proses ukur dan optimasi ini yang membuat go to market strategy terus relevan, bukan dokumen statis yang dibuat sekali lalu tidak pernah disentuh lagi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Contoh Penerapan Go to Market Strategy<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Supaya lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah brand skincare lokal yang ingin memperluas penjualan dari Instagram ke marketplace. Misal hasil riset menunjukkan kompetitor bermain di harga menengah dengan klaim bahan alami. Karena itu, brand memilih harga lebih kompetitif dengan klaim bahan aktif teruji klinis.<\/p>\n\n\n\n<p>Target audiens difokuskan ke perempuan usia produktif yang aktif mencari informasi produk di media sosial sebelum belanja. Awareness dibangun lewat Instagram dan TikTok, sedangkan penjualan dipusatkan di marketplace. Tim marketing menyiapkan konten edukasi soal bahan aktif, sementara tim sales menyiapkan promo peluncuran bundling promo khusus minggu pertama peluncuran.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah dua minggu berjalan, data menunjukkan konten TikTok menghasilkan CPA paling rendah, sehingga budget iklan dialihkan lebih besar ke channel tersebut. Contoh ini menunjukkan bagaimana go to market strategy menghubungkan riset, positioning, channel, sampai pengukuran hasil jadi satu alur kerja yang saling terhubung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/persaingan-bisnis-bikin-pusing-ini-strategi-biar-bisnis-tetap-unggul\/\"><strong>Persaingan Bisnis Bikin Pusing? Ini Strategi Biar Bisnis Tetap Unggul<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Go to market strategy bukan sekadar checklist sebelum launching, tetapi fondasi agar setiap keputusan bisnis lebih terarah. Mulai dari menentukan target pasar, menyusun positioning, memilih channel pemasaran, hingga mengevaluasi hasil, semuanya perlu dirancang berdasarkan data, bukan asumsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau strategi disusun dengan baik sejak awal, peluang produk diterima pasar tentu akan lebih besar. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang matang, bisnis berisiko menghabiskan waktu dan anggaran untuk aktivitas yang kurang memberikan hasil.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-large-font-size\"><strong>Susun Go to Market Strategy dengan Lebih Terarah&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Menyusun go to market strategy bukan hanya soal menentukan waktu launching, tetapi juga memahami pasar dan memilih strategi yang tepat. Jika ingin produk lebih siap bersaing, pendampingan dari tim yang berpengalaman dapat membantu menyusun langkah yang lebih terarah.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui layanan <a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/services\/professional-service\/\"><strong>Professional Service<\/strong><\/a> dari <a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/\"><strong>BDD<\/strong><\/a>, kamu bisa mendapatkan dukungan mulai dari riset pasar hingga penyusunan strategi berbasis data. Dengan begitu, setiap keputusan bisnis dapat diambil dengan lebih terukur.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, <a href=\"https:\/\/wa.me\/6281805757585\"><strong>konsultasikan<\/strong><\/a><strong> <\/strong>strategi bisnis perusahan mu dengan tim BDD!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Go to market strategy sering dilewati saat bisnis buru-buru mengejar jadwal launching. Padahal, tanpa strategi yang jelas, budget marketing bisa cepat habis tanpa tahu channel mana yang paling efektif dan siapa target pelanggan yang paling potensial. Makanya, Kamu perlu peta jalan yang tepat agar peluncuran produk lebih terarah. Dengan strategi yang matang, produk lebih mudah [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":47,"featured_media":33126,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[761],"tags":[884,2279,35,874],"class_list":["post-33125","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-all-article","tag-bdd","tag-brand-equity","tag-digital-marketing","tag-marketing-strategy"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara menyusun go to market strategy yang efektif agar produk baru kamu siap bersaing dan cepat diterima pasar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33125\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara menyusun go to market strategy yang efektif agar produk baru kamu siap bersaing dan cepat diterima pasar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/go-to-market-strategy\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Boleh Dicoba Digital\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-02T11:37:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-02T11:37:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1918\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ariq\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ariq\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ariq\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/b83f6709ea4129cc6acffa4ed75971ce\"},\"headline\":\"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar\",\"datePublished\":\"2026-08-02T11:37:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-02T11:37:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/\"},\"wordCount\":1378,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg\",\"keywords\":[\"bdd\",\"brand equity\",\"digital marketing\",\"marketing strategy\"],\"articleSection\":[\"All Article\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/\",\"name\":\"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-02T11:37:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-02T11:37:31+00:00\",\"description\":\"Pelajari cara menyusun go to market strategy yang efektif agar produk baru kamu siap bersaing dan cepat diterima pasar.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1918,\"caption\":\"go to market strategy\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\",\"name\":\"Boleh Dicoba Digital\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\",\"name\":\"Boleh Dicoba Digital\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png\",\"width\":201,\"height\":80,\"caption\":\"Boleh Dicoba Digital\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/b83f6709ea4129cc6acffa4ed75971ce\",\"name\":\"Ariq\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c4a7bcc30abc598e45c1770238df19ad?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c4a7bcc30abc598e45c1770238df19ad?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ariq\"},\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/author\/ariq\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar","description":"Pelajari cara menyusun go to market strategy yang efektif agar produk baru kamu siap bersaing dan cepat diterima pasar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33125","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar","og_description":"Pelajari cara menyusun go to market strategy yang efektif agar produk baru kamu siap bersaing dan cepat diterima pasar.","og_url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/go-to-market-strategy\/","og_site_name":"Boleh Dicoba Digital","article_published_time":"2026-08-02T11:37:30+00:00","article_modified_time":"2026-08-02T11:37:31+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1918,"url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ariq","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Ariq","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/"},"author":{"name":"Ariq","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/b83f6709ea4129cc6acffa4ed75971ce"},"headline":"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar","datePublished":"2026-08-02T11:37:30+00:00","dateModified":"2026-08-02T11:37:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/"},"wordCount":1378,"publisher":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg","keywords":["bdd","brand equity","digital marketing","marketing strategy"],"articleSection":["All Article"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/","name":"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg","datePublished":"2026-08-02T11:37:30+00:00","dateModified":"2026-08-02T11:37:31+00:00","description":"Pelajari cara menyusun go to market strategy yang efektif agar produk baru kamu siap bersaing dan cepat diterima pasar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#primaryimage","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/go-to-market-strategy-scaled.jpg","width":2560,"height":1918,"caption":"go to market strategy"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/go-to-market-strategy\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bolehdicoba.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Go to Market Strategy: Kunci Sukses Masuk ke Pasar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/","name":"Boleh Dicoba Digital","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bolehdicoba.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization","name":"Boleh Dicoba Digital","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png","contentUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png","width":201,"height":80,"caption":"Boleh Dicoba Digital"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/b83f6709ea4129cc6acffa4ed75971ce","name":"Ariq","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c4a7bcc30abc598e45c1770238df19ad?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c4a7bcc30abc598e45c1770238df19ad?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ariq"},"url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/author\/ariq\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33127,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33125\/revisions\/33127"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}