{"id":33605,"date":"2026-08-31T15:42:08","date_gmt":"2026-08-31T08:42:08","guid":{"rendered":"https:\/\/bolehdicoba.com\/?p=33605"},"modified":"2026-08-31T15:42:09","modified_gmt":"2026-08-31T08:42:09","slug":"rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/","title":{"rendered":"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand"},"content":{"rendered":"<p>Ada satu pola yang makin sering muncul di linimasa: post yang bikin kesel, tapi susah dilewati gitu aja. Kolom komentar nya rame, ada yang debat, ada yang ikut nimbrung. Buat algoritma, semua itu dihitung sebagai engagement, gak peduli isinya pujian atau makian.<\/p>\n\n\n\n<p>Pola ini yang mendasari rage bait marketing, konten yang sengaja dirancang buat mancing kemarahan atau perdebatan. Makin sering dipakai brand dan kreator karena satu alasan: taktik ini works, setidaknya buat metrik jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenapa Konten yang Bikin Marah Begitu Efektif<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<p>Menurut analisis Rohring Results, konten yang berhasil memancing kemarahan bisa menghasilkan engagement hingga 63% lebih tinggi dibanding konten netral (Rohring Results, 2026).<\/p>\n\n\n\n<p>Ini berakar dari negativity bias, kecenderungan otak buat lebih memperhatikan hal negatif dibanding positif, karena secara evolusi sinyal bahaya butuh respons cepat. Algoritma juga gak bisa membedakan komentar pujian dari makian, keduanya sama-sama sinyal buat terus menyebarkan konten.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Kampanye yang Sengaja Bikin Polemik<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<p>Nike lewat campaign Colin Kaepernick (2018) sengaja menyentuh isu sosial sensitif yang bisa diprediksi bakal memicu pro-kontra besar. Hasilnya, kontroversi ini justru menghasilkan eksposur media jauh lebih besar dibanding budget iklan konvensional, meski sempat memicu seruan boikot dari sebagian kalangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, campaign e.l.f. Cosmetics bersama komedian Matt Rife berujung ditarik setelah publik mengungkit candaan lama sang komedian soal kekerasan rumah tangga. Bedanya jelas: satu kontroversi terhitung matang, satu lagi kurang hati-hati dalam memilih sosok yang diangkat.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kenapa Engagement Tinggi Belum Tentu Sama dengan Konversi Tinggi<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<p>Orang yang berkomentar penuh amarah biasanya lagi mode menyerang atau membela diri, bukan mode mempertimbangkan pembelian. Audiens yang datang lewat rage bait biasanya terikat sama emosi sesaat, bukan value atau kualitas produk, jadi gak ada jaminan mereka balik lagi setelah momen viralnya lewat.<\/p>\n\n\n\n<p>Risiko yang lebih besar: sekali brand terlanjur diasosiasikan dengan rasa marah, reputasi itu bisa menempel lebih lama dari perkiraan, bahkan ketika brand mencoba tampil dengan pesan yang lebih positif.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Alternatif yang Lebih Aman: Curiosity-Driven Provocation<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<p>Brand tetap bisa memancing engagement tanpa mengorbankan trust lewat curiosity-driven provocation, alias memancing rasa penasaran, bukan kemarahan. Bedanya ada di emosi yang dipicu: statement mengejutkan tapi jujur, data yang berlawanan dengan asumsi umum, atau sudut pandang berani yang tetap berpijak pada fakta dan value brand.<\/p>\n\n\n\n<p>Konten semacam ini tetap memicu diskusi ramai, tapi audiensnya datang dengan rasa penasaran yang positif, bukan kesiapan buat menyerang, jadi efeknya ke reputasi jangka panjang jauh lebih sehat.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><strong>Provokasi yang Terukur Butuh Perencanaan yang Hati-Hati<\/strong><\/h1>\n\n\n\n<p>Batas antara \u201cprovokatif yang menarik\u201d dan \u201cprovokatif yang bikin masalah\u201d itu tipis. <a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/\">BDD <\/a>bisa bantu brand menyeimbangkan dua sisi ini.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/services\/performance-creative\/\"><strong>Jasa Performance Creative<\/strong><\/a> membantu merancang konten provokatif secara terukur, tetap berani tapi udah dipertimbangkan matang dari sisi risiko dan value yang disampaikan.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/services\/digital-advertising\/\"><strong>Jasa Digital Ads<\/strong><\/a><strong> <\/strong>&nbsp;membantu menguji reaksi audiens dalam skala terbatas dulu, biar brand punya gambaran respons pasar sebelum mempertaruhkan reputasi lewat campaign besar-besaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau brand-mu tertarik eksplorasi konten yang berani tapi tetap aman buat reputasi jangka panjang, jadwalkan <a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6281805757585&amp;text=Halo%20saya%20tau%20BDD%20dari%20Website%20dan%20tertarik%20dengan%20service%20Digital%20Advertising,%20bisa%20dijelaskan%20lebih%20lanjut?\">konsultasi gratis <\/a>buat bahas strateginya bareng tim BDD.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rohring Results (2026). Rage-Bait Marketing: Why Anger Gets Attention. https:\/\/rohringresults.com\/rage-bait-marketing-why-anger-gets-attention\/<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rage bait marketing bisa naikin engagement drastis, tapi belum tentu naikin konversi. Simak datanya, contoh kampanye kontroversial, dan alternatif yang lebih aman<\/p>","protected":false},"author":56,"featured_media":33607,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[761],"tags":[884,2348,2347,2345,2346,2344],"class_list":["post-33605","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-all-article","tag-bdd","tag-campaign-polemik","tag-curiosity-driven-provocation","tag-engagement-vs-konversi","tag-konten-kontroversial","tag-rage-bait-marketing"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rage bait marketing bisa naikin engagement drastis, tapi belum tentu naikin konversi. Simak datanya, contoh kampanye kontroversial, dan alternatif yang lebih aman\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33605\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rage bait marketing bisa naikin engagement drastis, tapi belum tentu naikin konversi. Simak datanya, contoh kampanye kontroversial, dan alternatif yang lebih aman\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Boleh Dicoba Digital\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-31T08:42:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-31T08:42:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/BDD-OG.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1534\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"seo bdd\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"seo bdd\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/\"},\"author\":{\"name\":\"seo bdd\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/e950fc60f87a7ab28d7f0a86eb67f78d\"},\"headline\":\"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand\",\"datePublished\":\"2026-08-31T08:42:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T08:42:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/\"},\"wordCount\":504,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg\",\"keywords\":[\"bdd\",\"campaign polemik\",\"curiosity-driven provocation\",\"engagement vs konversi\",\"konten kontroversial\",\"rage bait marketing\"],\"articleSection\":[\"All Article\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/\",\"name\":\"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-08-31T08:42:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T08:42:09+00:00\",\"description\":\"Rage bait marketing bisa naikin engagement drastis, tapi belum tentu naikin konversi. Simak datanya, contoh kampanye kontroversial, dan alternatif yang lebih aman\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg\",\"width\":2048,\"height\":1534,\"caption\":\"rage bait marketing\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\",\"name\":\"Boleh Dicoba Digital\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization\",\"name\":\"Boleh Dicoba Digital\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png\",\"width\":201,\"height\":80,\"caption\":\"Boleh Dicoba Digital\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/e950fc60f87a7ab28d7f0a86eb67f78d\",\"name\":\"seo bdd\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c69f4aad0f7131b96c9b09df72e7487f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c69f4aad0f7131b96c9b09df72e7487f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"seo bdd\"},\"url\":\"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/author\/seo_bdd\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand","description":"Rage bait marketing bisa naikin engagement drastis, tapi belum tentu naikin konversi. Simak datanya, contoh kampanye kontroversial, dan alternatif yang lebih aman","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33605","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand","og_description":"Rage bait marketing bisa naikin engagement drastis, tapi belum tentu naikin konversi. Simak datanya, contoh kampanye kontroversial, dan alternatif yang lebih aman","og_url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/","og_site_name":"Boleh Dicoba Digital","article_published_time":"2026-08-31T08:42:08+00:00","article_modified_time":"2026-08-31T08:42:09+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1534,"url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/BDD-OG.png","type":"image\/jpeg"}],"author":"seo bdd","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"seo bdd","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/"},"author":{"name":"seo bdd","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/e950fc60f87a7ab28d7f0a86eb67f78d"},"headline":"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand","datePublished":"2026-08-31T08:42:08+00:00","dateModified":"2026-08-31T08:42:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/"},"wordCount":504,"publisher":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg","keywords":["bdd","campaign polemik","curiosity-driven provocation","engagement vs konversi","konten kontroversial","rage bait marketing"],"articleSection":["All Article"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/","name":"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg","datePublished":"2026-08-31T08:42:08+00:00","dateModified":"2026-08-31T08:42:09+00:00","description":"Rage bait marketing bisa naikin engagement drastis, tapi belum tentu naikin konversi. Simak datanya, contoh kampanye kontroversial, dan alternatif yang lebih aman","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#primaryimage","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg","contentUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-42.jpeg","width":2048,"height":1534,"caption":"rage bait marketing"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/news-blog\/rage-bait-marketing-kenapa-konten-yang-bikin-marah-makin-sering-dipakai-brand\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bolehdicoba.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rage Bait Marketing: Kenapa Konten yang Bikin Marah Makin Sering Dipakai Brand"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#website","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/","name":"Boleh Dicoba Digital","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bolehdicoba.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#organization","name":"Boleh Dicoba Digital","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png","contentUrl":"https:\/\/bolehdicoba.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Logo.png","width":201,"height":80,"caption":"Boleh Dicoba Digital"},"image":{"@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/e950fc60f87a7ab28d7f0a86eb67f78d","name":"seo bdd","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/bolehdicoba.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c69f4aad0f7131b96c9b09df72e7487f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c69f4aad0f7131b96c9b09df72e7487f?s=96&d=mm&r=g","caption":"seo bdd"},"url":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/news-blog\/author\/seo_bdd\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33605","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33605"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33605\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33608,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33605\/revisions\/33608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bolehdicoba.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}