All Article
SEO Marketplace Shopee Tokopedia: Kenapa Toko Online-mu Perlu Lebih dari Sekadar Etalase
Buddies, pernah gak sih ngerasa produk yang kamu jual udah bagus banget, harga juga bersaing, foto rapi, tapi kok yang beli itu-itu aja alias sepi? Nah, bisa jadi masalahnya bukan di produknya, tapi di cara produk itu ketemu sama calon pembelinya.
Soalnya, banyak seller masih menganggap Shopee dan Tokopedia itu kayak etalase digital doang, tempat pajang barang terus tinggal nunggu ada yang lewat dan tertarik. Padahal cara kerjanya jauh lebih mirip search engine ketimbang etalase yang pasif. Kalau logika ini belum kepegang, sebagus apapun produknya, ya bisa aja tenggelam gitu aja di lautan hasil pencarian.
Marketplace Itu Search Engine, Bukan Galeri

Coba deh perhatiin kebiasaan kita sendiri kalau belanja di Shopee atau Tokopedia. Hampir selalu dimulai dari kolom pencarian kan, bukan scroll kategori satu-satu. Kita ngetik “tas selempang kulit pria” atau “kopi literan robusta”, terus milih dari sederet hasil yang muncul.
Nah, di balik layar itu ada algoritma yang nentuin produk mana yang muncul duluan. Cara kerjanya mirip banget sama Google, ngasih skor ke tiap listing berdasarkan seberapa relevan kata kuncinya, gimana performa tokonya, sampai gimana interaksi pembeli sebelumnya.
Jadi, sekadar upload produk aja ternyata belum cukup. Kalau gak dioptimasi buat pencarian, produkmu cuma bisa mengandalkan iklan berbayar atau ya, hoki-hokian doang biar kelihatan. Sebaliknya, kalau dioptimasi dengan benar, produk bisa terus muncul secara organik, bahkan tanpa perlu ngegas budget iklan.
Faktor yang Bikin Produk Gampang Naik Ranking

Mirip kayak SEO website, ranking di Shopee maupun Tokopedia juga dipengaruhi banyak faktor. Ini beberapa yang paling berpengaruh, tapi seringnya malah luput dari perhatian seller.
1. Judul Produk
Judul itu elemen paling krusial, karena disinilah algoritma mencocokkan kata kunci pencarian. Kalau judulnya cuma nama brand doang tanpa kata kunci yang deskriptif, ya susah ketemu di pencarian. Sebaliknya, judul yang nyantumin jenis produk, bahan, ukuran, atau fungsinya biasanya jauh lebih gampang nyambung sama apa yang dicari pembeli.
2. Penempatan Keyword
Selain di judul, kata kunci juga perlu nyempil natural di deskripsi produk dan kolom atribut, kayak kategori, varian, atau spesifikasi. Makin lengkap dan relevan data yang diisi, makin besar juga peluang produk itu nyambung ke berbagai variasi pencarian yang beda-beda.
3. Rating dan Ulasan
Rating yang tinggi itu semacam sinyal kepercayaan, baik buat algoritma maupun calon pembeli. Produk dengan rating bagus dan ulasan yang banyak biasanya dianggap lebih kredibel, jadi lebih diprioritaskan buat nampang di posisi atas.
4. Response Rate dan Kecepatan Chat
Seberapa cepat dan konsisten seller bales chat pembeli juga ikut ngaruh ke skor performa toko. Toko yang responsif dianggap lebih aktif dan lebih niat, jadi lebih diuntungkan dalam persaingan ranking dibanding toko yang lemot balesnya.
Keempat faktor ini sebenarnya saling nyambung satu sama lain. Judul udah kece tapi rating dan response rate-nya jeblok, ya tetap aja kalah saing sama toko yang performanya lebih lengkap.
Cara Riset Keyword Modal Search Bar Marketplace Sendiri

Kabar baiknya, riset keyword marketplace itu gak harus pakai tools berbayar kok. Kolom pencarian Shopee dan Tokopedia sendiri aja udah nyimpen data yang berguna banget.
- Manfaatin fitur autocomplete → ketik kata kunci umum soal produkmu, terus liat saran yang muncul otomatis. Saran ini asalnya dari pencarian yang paling sering dilakuin orang lain.
- Intip hasil pencarian teratas → lihat judul-judul produk laris di halaman pertama buat ngerti kata kunci dan pola judul yang works di kategori itu.
- Coba-coba variasi kata kunci → selain nama produk, coba juga kata kunci dari sisi fungsi, masalah yang diselesaikan, atau siapa yang pakai, misalnya “tas laptop anti air” ketimbang cuma “tas laptop”.
- Jangan lupa kata kunci musiman → ada kata kunci yang cuma rame pas momen tertentu, kayak jelang hari besar atau tanggal kembar. Riset ulang secara berkala biar listing-mu tetap nyambung sama tren.
Riset sesimpel ini aja udah cukup buat ngasih gambaran kata kunci mana yang emang beneran dicari pembeli, bukan cuma tebak-tebakan seller.
Jangan Lupa Samain Keyword Marketplace sama SEO Website
Banyak brand masih nganggep marketplace dan website itu dua dunia yang beda, padahal keduanya bisa saling nguatin lho. Kata kunci yang sudah terbukti works di marketplace biasanya juga relevan buat dioptimasi di website, soalnya keduanya sama-sama nyerminin bahasa pencarian asli dari target pasar.
Misalnya nih, kalau riset di Shopee nunjukkin pembeli lebih sering nyari “tas selempang kulit pria” ketimbang cuma “tas kulit pria”, kata kunci yang lebih spesifik ini juga pantes dipakai di judul halaman produk atau artikel blog di website.
Dengan begitu, brand punya data riil dari perilaku pencarian di marketplace yang bisa langsung dipakai buat memperkuat strategi SEO website, jadi gak perlu nebak-nebak dari nol lagi.
Marketplace dan Website Harus Jalan Bareng, Bukan Sendiri-sendiri

Menang di marketplace doang gak akan maksimal kalau website brand-nya gak ikut dibenerin, begitu juga sebaliknya. Sekarang konsumen bisa nemuin brand dari kanal mana aja, jadi visibilitasnya harus tetap konsisten dijaga di semua platform.
Nah, di sinilah jasa Search Engine Optimization dari BDD berperan. Tim BDD bakal bantuin brand riset keyword secara menyeluruh, baik buat marketplace maupun website, terus nyusun strategi optimasi yang saling nyambung biar produkmu makin gampang ketemu di berbagai kanal pencarian.
Selain itu, ada juga jasa Web Development & Maintenance dari BDD yang bantu brand bangun dan rapiin website atau toko online biar makin terintegrasi sama strategi marketplace, jadi pengalaman calon pembeli tetap konsisten ke mana pun mereka datang.
Jadi, kalau brand-mu pengin lebih gampang ketemu, baik di marketplace maupun mesin pencari, BDD siap bantu nyusun strategi optimasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Related Article
All Article
05 Aug 2026
B2B Lead Generation Lewat LinkedIn Ads, Strategi yang Masih Jarang Dicoba Brand Lokal
B2B lead generation LinkedIn Ads masih jarang dicoba brand lokal dibanding Meta/Google Ads. Simak kenapa LinkedIn unggul buat B2B dan cara eksekusinya.
Read More
All Article
05 Aug 2026
Gamification Marketing Adalah Strategi yang Bikin Konsumen Betah, Ini Cara Kerjanya
Gamification marketing adalah strategi yang bikin interaksi brand terasa seperti main game. Simak arti, alasan efektif, dan cara mulainya di sini.
Read More