Posted on 18 Dec 2025
Back to main article
Posted on 18 Dec 2025

Sendinblue mungkin terdengar seperti tools email biasa. Namun, open rate rendah, email blast kena skip, dan follow-up manual itu betulan memicu frustrasi, Buddies. 

Bahkan riset menunjukkan otomatisasi dan segmentasi dapat meningkatkan pendapatan email hingga 760% daripada langkah blast massal tanpa konteks.[1] Semua ini bisa berubah saat kamu memaksimalkan Sendinblue.

Kenapa Automasi Bukan Lagi “Nice to Have

Survei terbaru menunjukkan lebih dari 40% pekerja menghabiskan seperempat waktu kerja hanya untuk tugas repetitif.[2] Bahkan 86% marketer mengakui workload mereka meningkat stres karena waktu habis untuk operasional, bukan strategi. 

Nggak heran banyak brand kirim email “sorry for late follow-up,” karena timing-nya kalah cepat. Sementara itu, kehilangan momentum di dunia digital yang serbacepat ini juga berarti kehilangan kesempatan.

Automation, di sisi lain, menggantikan data manual sambil memastikan email campaign strategy muncul di momen yang paling relevan. 

Bentuknya bisa berupa welcome message beberapa menit setelah signup, abandoned cart reminder saat keraguan muncul, atau email post-purchase yang bikin pelanggan merasa diperhatikan. Perfect timing, lebih dari apapun, akan lebih kuat daripada perfect copywriting.

Apa Itu Sendinblue?

Secara sederhana, platform ini adalah gabungan CRM + automasi + email marketing + SMS + segmentasi dalam satu tempat. Lebih dari 500.000 bisnis global sudah memakai Sendinblue (yang sekarang berganti nama jadi Brevo).[3] 

Bukan karena tampilan yang keren, platform ini populer karena membantu pesan terkirim ke orang yang tepat berdasarkan perilaku. 

Bayangkan ini terjadi otomatis: seseorang daftar dan langsung dapat welcome email. Ada yang isi keranjang tapi nggak checkout, maka sistem akan kirim reminder yang relevan. Pelanggan selesai beli, dapat follow-up yang terasa personal.

Semua itu berjalan tanpa rasa “blast-spam” karena backbone-nya adalah email segmentation tools yang membaca konteks, bukan sekadar mengumpulkan daftar kontak, Buddies.

Apa Dampaknya untuk Bisnis?

Punya email list tapi hasilnya biasa aja? Yuk, kupas apa yang sebenarnya bikin automation jadi titik balik performa email marketing.

Relevansi Pesan

Ketika konten sesuai konteks, peluang terbuka meningkat signifikan, Buddies. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa personalisasi bisa meningkatkan open rate hingga 26–50%.[4] Hal ini karena orang menyukai baca email yang ngomong ke mereka.

Engagement yang Berkelanjutan

Drip campaign automation bikin brand kamu tetap hadir tanpa terlihat needy. Untuk itu, kamu harus memastikan pesan muncul ketika timing-nya oke. Lebih baik menghadirkan pengalaman follow-up yang subtle daripada promosi besar-besaran yang sekali lewat aja.

Dari Lead → Customer → Repeat Customer

Dengan CRM integration email dan workflow otomatis, nurturing berjalan natural. Kamu nggak perlu lagi mikir kapan follow-up atau siapa yang harus dihubungi. 

Statistik menunjukkan bisnis yang gunakan automation untuk nurturing bisa meningkatkan jumlah lead yang akhirnya convert hingga 77%.[5] Audiens hanya perlu email yang terasa dibuat untuk mereka, Buddies.

Cara Memaksimalkan Sendinblue

Supaya hasilnya terasa, pendekatannya nggak sekadar pasang lalu selesai”. Kamu bisa mulai dari segmentasi berbasis pelaku. Ini nggak cuma bicara soal gender dan usia, Buddies, tapi apa yang diklik, kapan mereka aktif, device-nya apa. 

Ini penting karena segmentasi sederhana saja bisa meningkatkan CTR hingga 58% daripada kirim email massal tanpa konteks.[6] Setelah itu, lakukan A/B testing untuk subjek dan tone. Langkah ini krusial karena suara yang paling relevan sering kali menentukan performa, bukan desain semata.

Lanjutkan dengan drip campaign: edukasi → nurture → soft CTA → final push. Semuanya berjalan otomatis, tapi rasanya tetap human. Selain itu, pantau analitik seperti open rate, CTR, dan heatmap klik, hingga alasan unsubscribe—agar keputusanmu selalu berbasis data.

Setup di WordPress Nggak Serumit Kedengarannya

Banyak bisnis punya WordPress, tapi belum pakai email automation platform yang bisa kerja otomatis. Bagian ini bakal bantu kamu mulai dengan simpel, Buddies. Kabar baiknya, kamu nggak perlu jago coding karena prosesnya banyak melibatkan drag-drop dan connect.

  1. Install plugin resmi yang bisa kamu cari di WordPress dan jangan lupa activate.
  2. Salin API key yang ada di dashboard, lalu tempel ke pengaturan plugin.
  3. Sinkronkan kontak secara otomatis dan semuanya akan tersambung.
  4. Buat workflow pertama, bisa mulai dari welcome email atau abandoned cart reminder. Cukup klik satu template dan edit, lalu publish.
  5. Setelah itu, sistem akan melakukan pekerjaannya dan kamu cukup monitor performanya.

Pada akhirnya, automation memberikan ruang lebih agar strategimu berjalan tanpa terbebani kerja repetitif. Mulai dari langkah kecil, seperti uji satu workflow dan lihat datanya, lalu scale ketika hasilnya mulai terasa.

Kalau kamu ingin menghindari trial-and-error dan langsung dapat strategi yang terukur serta berjalan otomatis, tim BDD bisa bantu dengan Professional Service untuk setup teknis yang solid. Nggak berhenti di situ, tersedia juga layanan Performance Creative yang memastikan kontenmu tetap engaging. Dengan begitu, marketing automation terasa effortless, dan Sendinblue jadi alat yang bekerja untukmu—bukan sebaliknya.

Related Article

Brand loyalty
27 Dec 2025

Penjualan Stagnan? Ini Cara Bikin Brand Loyalty Lebih Kuat

Brand Loyalty adalah kunci bisnis untuk survive. Pelajari keuntungan, indikator kesuksesannya, dan cara membangun brand loyalty yang kuat

Read More
Creative Agency
26 Dec 2025

Kenapa Banyak Brand Gagal Scale Meski Sudah Pakai Creative Agency?

Brand gagal scale meski sudah hire creative agency? Pelajari alasan umumnya, cara kerja creative agency, dan model kolaborasi yang ideal

Read More
Brand Positioning
26 Dec 2025

Brand Positioning: Strategi Membangun Persepsi Merek yang Melekat di Benak Konsumen

Kenali apa itu brand positioning dan cara membangunnya agar bisnis diingat konsumen. Dapatkan strategi efektif dan contoh inspiratifnya

Read More