Posted on 29 Jan 2026
Back to main article
Posted on 29 Jan 2026

Old strategy dalam marketing ternyata masih bisa dipakai dan diterapkan hingga sekarang. Namun, ketika dijalankan tanpa pembaruan pendekatan dan integrasi digital, hasil yang didapat cenderung menurun. Karena itu, pembaruan strategi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar tetap relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Old Strategy Tidak Pernah Benar-Benar Hilang

Strategi lama dalam marketing pada dasarnya tidak pernah benar-benar ditinggalkan. Pendekatan seperti storytelling, word of mouth, direct outreach, hingga membangun brand awareness berbasis pengalaman masih terbukti efektif hingga sekarang.

Yang berubah adalah cara eksekusinya. Storytelling kini tidak hanya hadir lewat iklan konvensional, tetapi juga melalui konten digital yang lebih personal. Word of mouth berkembang menjadi review online, UGC, dan rekomendasi di media sosial. Pendekatan-pendekatan lama ini kemudian dipadukan dengan strategi modern seperti personalisasi, pemanfaatan data, dan distribusi melalui berbagai platform digital.

Kenapa Tidak Bisa Dipakai dengan Cara yang Sama

Perubahan terbesar dalam marketing bukan terjadi pada strategi, tetapi pada lingkungan tempat strategi tersebut dijalankan. Audiens saat ini jauh lebih selektif, terbiasa dengan berbagai kanal komunikasi, dan memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap brand.

Pendekatan yang dulu bersifat satu arah kini sudah tidak cukup. Konsumen ingin merasa dipahami, relevan, dan dilibatkan. Tanpa menyesuaikan konteks ini, strategi lama yang dulu efektif justru berisiko kehilangan daya tarik dan tidak mampu menjawab kebutuhan audiens masa kini.

Cara Memperbarui Strategi Lama agar Tetap Relevan

Agar strategi lama tetap relevan, pembaruan perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar mengganti kanal.

Pertama, strategi lama perlu dikaitkan dengan objective yang jelas. Setiap pendekatan harus memiliki tujuan yang terukur, baik untuk awareness, engagement, maupun konversi.

Kedua, integrasi antara pendekatan offline dan online menjadi semakin penting. Aktivitas yang terjadi di lapangan dapat diperkuat melalui distribusi digital agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.

Ketiga, penggunaan data menjadi kunci utama. Data membantu mengevaluasi efektivitas strategi, memahami perilaku audiens, serta mengoptimalkan eksekusi agar hasil yang didapat lebih relevan dan berdampak.

Old strategy bukan sesuatu yang harus ditinggalkan, tetapi juga tidak bisa dijalankan dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Tanpa pembaruan pendekatan, strategi yang dulu efektif justru berisiko kehilangan relevansinya di tengah perubahan perilaku audiens dan kanal komunikasi yang semakin beragam.

Melalui performance creative, strategi lama dapat diterjemahkan kembali ke dalam eksekusi kreatif yang lebih kontekstual. Tentunya, tim BDD disini akan bantu kamu mulai dari format, visual, hingga narasi yang selaras dengan kebutuhan audiens saat ini.

Related Article

BDD Social Commerce Trend 2026
26 Jan 2026

Social Commerce 2026: Era Baru di Mana Setiap Scroll Bisa Jadi Transaksi

Social Commerce 2026 mengubah cara brand menjual. Pelajari strategi live shopping, UX, dan iklan untuk mengubah scroll menjadi sales

Read More
https://bolehdicoba.com BDD , Budget Marketing
22 Jan 2026

Budget Marketing: Diam-Diam Bocor di Balik Campaign Tanpa Strategi

Budget marketing sering bocor tanpa disadari akibat campaign tanpa strategi. Pelajari penyebab dan cara mengelola budget marketing agar lebih efektif.

Read More
BDD Tren Digital Marketing 2026
20 Jan 2026

7 Prediksi Tren Digital Marketing 2026: Siapkah Bisnis Anda Bersaing?

Masuk tahun 2026, digital marketing berubah cepat. Simak 7 prediksi tren digital marketing 2026 yang wajib dipahami agar bisnis tetap relevan dan unggul

Read More