Posted on 05 Feb 2026
Back to main article
Posted on 05 Feb 2026

Sebelum membangun website, ada banyak hal penting yang nggak boleh kamu lupakan, Buddies. Selain hal esensial seperti domain, hosting, dan lain-lain, kamu juga perlu schema markup. Sisipkan ke kode HTML untuk membantu mesin pencari memahami isi website dengan lebih akurat.

Kalau implementasinya tepat, kamu bisa meningkatkan visibilitas, rasio klik-tayang (CTR), dan cara konten kamu ditampilkan di hasil pencarian. Karena eksistensinya yang penting, kamu wajib tahu gimana cara paling tepat untuk menerapkan dan melihat dampaknya untuk website. Berikut penjelasannya!

Apa Itu Schema Markup dan Cara Kerjanya

Sebagai langkah pertama, kamu harus tahu dulu apa itu schema markup. Istilah ini merujuk pada tagar berisi kosakata semantik atau mikrodata yang bisa kamu sisipkan ke HTML. Tujuannya agar mesin pencari bisa membaca halaman web kamu dan menampilkannya secara relevan di SERP.

Singkatnya, schema markup adalah penambah konteks. Ibaratnya kayak tabel ingredients yang ada di luar kemasan produk. Kalau tabelnya jelas, konsumen bisa tahu isi dan kandungan di dalamnya dengan lebih cepat. Pada akhirnya potensi produk tersebut buat dipilih pun akan makin besar.

Hal yang sama juga berlaku pada schema markup Google. Kalau ada tagar kosakata semantik di HTML, mesin bisa tahu konteks isi website kamu. Jadi, mesin bisa menafsirkan dan menampilkan informasi dengan akurat di search engine. Potensi web kamu buat dapat rank di SERP pun semakin tinggi.

Lalu Buddies, tahukah kamu gimana cara kerja schema markup? Ternyata, alurnya adalah:

  1. Input schema: kamu bisa menyisipkan atau input schema di HTML halaman untuk menambah konteks atau label tertentu.
  2. Crawling: mesin pencari akan mulai melakukan proses crawling, membaca HTML, dan mengenali schema.
  3. Memahami konteks: mesin pencari akan mengidentifikasi kode memahami konteks di laman tersebut.
  4. Validasi dan indexing: apabila kodenya benar, mesin pencari akan menyimpannya di indeks dalam bentuk data yang lebih terstruktur.
  5. Ranking: jika kodenya relevan sesuai konteks dan dapat memberikan informasi lebih lengkap, laman web kamu bisa mendapatkan ranking tinggi dan muncul di SERP halaman pertama.

Jenis Schema Markup yang Perlu Diprioritaskan

Sebenarnya, jenis schema markup itu ada banyak. Pada awal tahun 2026, totalnya ada 827 jenis.[1] 

Tapi, yang paling sering dibutuhkan dan paling berdampak adalah:

  • Artikel: bisa kamu tambahkan ke HTML blog, berita (news), dan sejenisnya. Tujuannya untuk mempertegas konteks tulisan, mengidentifikasi judul, membaca gambar, melihat tanggal, dan lain-lain.
  • Produk: berguna menarik pelanggan agar melakukan transaksi. Hal ini karena mereka bisa melihat harga, deskripsi produk, rating, review, ketersediaan, dan informasi relevan lainnya.
  • Bisnis lokal: berfungsi untuk menambah informasi penting sepeda jam buka, alamat, nomor telepon, dan lainnya.
  • Tautan terkait: berperan dalam menambahkan link atau tautan yang terkait dengan website dan bisnis.
  • Tanggal atau acara penting: biasanya menonjolkan waktu, tanggal, dan tempat. 

Best Practice Schema Markup untuk Website

Karena eksistensinya yang esensial, kamu wajib tahu bagaimana cara terbaik untuk mengimplementasikan schema markup, yaitu:

1. Cara Implementasi

Pada umumnya website pasti punya schema basic secara otomatis. Kamu hanya perlu memilih jenisnya yang paling sesuai dengan tujuan konten web. Misalnya dengan menambahkan “article schema” dalam tulisan blog atau berita. Sebagai tips, tambahkan jenis schema lain yang lebih spesifik sesuai topik.

Kamu bisa menambahkannya secara langsung di CMS. Supaya lebih mudah, bisa install plugin khusus seperti YOAST. Tinggal klik bagian schema dan pilih opsi yang paling sesuai. Schema akan ditambahkan langsung secara otomatis.

Selain itu, kamu juga bisa memakai schema markup generator dan memasukkan kodenya secara manual. Biasanya dalam bentuk Javascript Object Notation for Linked Objects (JSON-LD). Tapi, ada juga beberapa pemilik website yang lebih suka memakai RDFa dan microdata

Kesalahan Umum dalam Penerapan Schema Markup

Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menerapkan schema di website

Karena itu, hindari hal-hal berikut:

  • Menerapkan jenis schema yang tidak relevan dan menyesatkan.
  • Menambahkan kode manual yang sama dengan yang sudah tercantum secara otomatis.
  • Tidak validasi schema dan mengabaikan beberapa elemen yang wajib diisi.
  • Menyembunyikan data. 
  • Salah memasukkan kode.

Dampak Schema Markup terhadap Visibilitas Website

Studi Backlinko menyebutkan bahwa 72,6% laman web yang muncul di SERP halaman pertama Google memakai schema.[2] Jadi, wajar rasanya kalau 45 juta domain sudah memakai strategi ini buat naikin ranking web mereka di tahun 2024 silam.[3] Setiap tahun, penggunanya pun terus bertambah.

Jika mau tahu apakah schema di website kamu berhasil atau enggak, kamu bisa memanfaatkan schema validator. Tinggal masukkan link URL dan hasilnya bisa kamu lihat langsung di layar. Jika kurang memuaskan, artinya kamu perlu mengoptimasi teknis SEO agar hasilnya jauh lebih optimal.

Optimasi tersebut akan terasa lebih mudah dengan bantuan SEO Services dari BDD. Hasilnya, bisa kamu lihat langsung saat validasi dan evaluasi schema yang berikutnya.Schema markup adalah bagian dari teknis SEO. Tapi, bukan itu saja perannya. Dengan implementasi yang tepat, bisa meningkatkan visibilitas, CTR, dan efektivitas performa di hasil pencarian. Karena itu, pastikan kamu sudah menerapkannya dengan benar. Reach outBDD untuk mendapatkan bantuan profesional!

Related Article

Growth Engine Bisnis
06 Feb 2026

Creative Industry Sebagai Growth Engine Bisnis di Era Performance Marketing

Creative bukan cuma soal desain bagus. Di era performance marketing, creative jadi growth engine bisnis yang bisa dorong revenue dan hasil nyata. Pelajari cara kerjanya di sini

Read More
technical SEO
06 Feb 2026

Technical SEO: Kerja di Balik Layar yang Menentukan Performa Website

Pelajari apa itu technical SEO, masalah yang sering terjadi, dampaknya ke konten dan optimasi, serta kapan harus diatasi dengan serius

Read More
content framework
04 Feb 2026

Kenapa Content Framework Penting dalam Strategi Konten

Kenali apa yang dimaksud dengan content framework dan kenapa eksistensinya penting dalam strategi konten di era modern saat ini!

Read More