All Article
Tren Baru Ritel: Menciptakan Phygital Experiences in Retail yang Menarik Pelanggan
Perubahan dan tantangan bagi perusahaan ritel terus datang silih berganti. Kemajuan teknologi, dinamika ekonomi, hingga perubahan consumer behaviour memengaruhi strategi perusahaan. Salah satu contohnya adalah kehadiran tren phygital experiences yang bikin batasan belanja online dan offline semakin kabur.
Dunia phygital menggabungkan pengalaman berbelanja fisik dan digital secara mulus. Digadang-gadang sebagai masa depan ritel, tren ini menawarkan pengalaman berbelanja dengan interaksi yang kaya, mendalam, interaktif, dan nyaman bagi konsumen.
Strategi Phygital

Apakah cukup dengan penjualan online atau sekedar menambahkan teknologi tertentu dalam aktivitas belanja di toko?
Sayangnya nggak cukup itu saja, Buddies. Strategi ini cukup kompleks. Phygital experiences adalah tentang menciptakan pendekatan terpadu sehingga belanja online dan fisik saling memperkuat satu sama lain.
Contohnya seperti penggunaan Google Keyword Planner (GKP) untuk menghubungkan strategi phygital dengan pencarian nyata. Dari kata kunci di GKP, brand bisa memasang iklan untuk mengarahkan audiens ke lokasi fisik toko sehingga dapat mendorong pembelian.
Strategi phygital bisa berhasil dengan:
- Transisi mulus antara interaksi digital dan fisik.
- Akses instan yang serba cepat.
- Pengalaman yang dipersonalisasi.
Mengadopsi pendekatan phygital dalam bisnis bisa bikin loyalitas pelanggan meningkat karena pengalaman berbelanja lebih memorable. Dukungan teknologi yang sesuai juga bisa bikin operasional makin efisien.
Contoh Implementasi Phygital

Perpaduan elemen fisik dan digital pada physical experience memang menawarkan interaksi yang lebih menarik. Tak heran, penerapan strategi ini menjamur di berbagai sektor industri. Berikut beberapa contoh phygital experiences dan implementasinya:
1. Virtual Try-On (AR/VR)
Lebih dari 90% Gen Z menunjukkan minat yang kuat terhadap pengalaman belanja AR.[1] [2] Sementara itu, sekitar 61% pelanggan lebih memilih berbelanja di toko dengan fitur AR.[3]
AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) adalah teknologi yang dirancang untuk menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda. Jika VR sepenuhnya menciptakan lingkungan virtual yang menggantikan dunia nyata, maka AR justru memperkaya dunia nyata.
Di sektor ritel, teknologi ini memungkinkan pembeli mencoba produk tanpa perlu menyentuhnya secara langsung dan mengurangi risiko refund karena produk tidak cocok. Sementara itu, brand juga bisa menekan biaya untuk demonstrasi produk fisik. Win-win solution bagi brand dan pembeli.
Banyak platform yang menerapkan strategi belanja phygital satu ini melalui:
- Try on lipstik, kacamata, foundation, hingga eyeshadow secara real time lewat kamera ponsel.
- Visualisasi produk furnitur di dalam ruangan lewat kamera ponsel.
- Model virtual yang mencoba pakaian di etalase toko dan bisa diakses oleh pembeli melalui aplikasi ponsel.
- AR fitting room yang menempatkan model 3D pakaian di atas tubuh pengguna.
2. Click and Collect (BOPIS)
Layanan pesan antar di toko ritel mungkin sudah biasa. Namun, kamu perlu menunggu kurir untuk mendapatkan barang pesanan.
Ini berbeda dengan BOPIS (Buy Online, Pickup in Store). Kamu bisa pesan dan bayar pesanan secara online, lalu langsung mengambil pesanan di toko sesuai jadwal yang kamu mau.
Opsi ini menawarkan keuntungan yang sepadan untuk penjual dan pembeli. Seller bisa upselling dan menekan biaya kirim. Sementara buyer dapat ambil pesanan lebih cepat dan nggak ada drama pesanan salah alamat.
Terbukti, sekitar 68%-70% pembeli lebih suka BOPIS dan 70%-85% di antaranya melakukan pembelian tambahan saat ambil pesanan di toko.[4] [5]
3. Toko Fisik dengan Teknologi Digital
Sektor ritel merupakan garda terdepan dalam mengintegrasikan teknologi phygital di toko fisik. Salah satunya dengan memadukan interaksi di toko dan daring untuk memenuhi tuntutan konsumen modern.
Salah satu contoh paling inovatif yakni pencitraan digital dengan cermin fisik melalui penggunaan smart mirror. Jadi, pelanggan bisa try on pakaian secara virtual.
Kini, belanja pakaian tanpa perlu repot ganti baju di fitting room. Selain hemat waktu dan tenaga, smart mirror meminimalisir tindak kriminal seperti perekaman tanpa consent di ruang ganti.
Dengan menggabungkan, pelanggan dapat melihat bagaimana berbagai pakaian terlihat pada mereka secara real-time, menawarkan pengalaman berbelanja yang nyaman dan personal.
Teknologi lain yang nggak kalah nyaman adalah kehadiran layar interaktif. Ini merupakan teknologi layar sentuh yang memberikan informasi produk terperinci—spesifikasi, ulasan, dan rekomendasi kepada pelanggan sesuai preferensi mereka.
Beberapa toko ritel juga menawarkan layanan pembayaran tanpa kasir. Setidaknya ada 3 konsep utama dari layanan ini yakni:
- Scan & Go ⮕ Pindai barcode produk dan bayar di aplikasi ponsel sebelum keluar toko.
- Self-Checkout ⮕ Pindai barang sendiri di mesin khusus dan bayar lewat kartu atau dompet digital.
- Cashierless Store ⮕ Pakai teknologi AI, sensor, hingga computer vision untuk melacak barang yang dibeli pelanggan dan memunculkan tagihan otomatis di aplikasi ponsel.
Kini, phygital experiences bukan lagi pilihan—pengalaman ini sangat penting bagi bisnis ritel yang ingin tetap kompetitif di tahun 2025. Dunia phygital juga akan terus berkembang dengan dukungan metaverse, teknologi wearable, dan AI tingkat lanjut untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan.Baik melalui kios pintar, alat berbasis AR, atau aplikasi seluler terintegrasi, potensi inovasinya tidak terbatas. Phygital is not a futuristic concept; it’s the present. Sebagian besar orang sudah menikmati phygital experiences—perpaduan pengalaman fisik dan digital yang mulus—tanpa sadar.
Related Article
All Article
27 Dec 2025
Penjualan Stagnan? Ini Cara Bikin Brand Loyalty Lebih Kuat
Brand Loyalty adalah kunci bisnis untuk survive. Pelajari keuntungan, indikator kesuksesannya, dan cara membangun brand loyalty yang kuat
Read More
All Article
26 Dec 2025
Kenapa Banyak Brand Gagal Scale Meski Sudah Pakai Creative Agency?
Brand gagal scale meski sudah hire creative agency? Pelajari alasan umumnya, cara kerja creative agency, dan model kolaborasi yang ideal
Read More
All Article
26 Dec 2025
Brand Positioning: Strategi Membangun Persepsi Merek yang Melekat di Benak Konsumen
Kenali apa itu brand positioning dan cara membangunnya agar bisnis diingat konsumen. Dapatkan strategi efektif dan contoh inspiratifnya
Read More