5 Minutes Essentials
All Article
Tren Webcommerce: Langkah Brand Kuasai Customer Data
Sekarang banyak brand mulai sadar kalau bergantung sepenuhnya ke marketplace adalah gambaran dari sebuah keterbatasan. Alasannya, traffic mungkin jumbo, tapi margin semakin tipis, kompetisi harga mencekik, dan data pelanggan tetap “milik platform”.
Tak heran, banyak bisnis mulai mencoba membangun webcommerce sendiri, bukan sebagai pilihan kedua, tetapi sebagai aset jangka panjang. Masalahnya, tidak sedikit brand pindah ke website tanpa strategi yang jelas sehingga berakhir kandas karena traffic sepi dan conversion tetap rendah.
Simak alasan, tantangan, dan keuntungan dari peralihan ini!
Kenapa Banyak Brand Mulai Shift ke Website E-Commerce?

Jika bisnismu fokus pada sustainable growth, maka marketplace bukanlah tempat yang tepat. Platform ini mungkin menawarkan traffic besar dan akses pasar luas.
Namun, ada banyak tantangan yang membuat brand kesulitan berkembang secara lebih sehat dan berkelanjutan, seperti margin yang semakin tertekan, kompetisi harga yang makin agresif, hingga terbatasnya customer data. Jadi, brand butuh channel yang lebih sustainable dan controllable seperti web e-commerce.
Masih ragu untuk pindah haluan ke web commerce? Mari kita pecah satu per satu poin penting yang menguntungkan brand dan apa yang perlu kamu pertimbangkan sebelum melangkah keluar dari marketplace, Buddies.
1. Marketplace Bagus untuk Traffic, Tapi…
Traffic dari marketplace dengan jutaan pengguna aktif setiap hari harus kamu bayar dengan kondisi:
- Perang harga tinggi yang nggak ada habisnya untuk menarik pembeli.
- Bertahan dengan margin keuntungan yang menipis karena biaya ads dan admin terus naik.
- Brand sulit membangun loyal customer karena pelanggan fokus pada harga termurah dan promo dari platform bukan identitas merek.
Hasilnya, jualan di marketplace mungkin tetap tinggi, tetapi pertumbuhan jangka panjang sangat sulit dipertahankan.
2. Website jadi “Rumah Sendiri” untuk Brand
Platform e-commerce layaknya pemilik kos. Brand hanya sewa tempat dan numpang jualan. Ini berbanding terbalik dengan website e-commerce karena brand:
- Punya kontrol penuh untuk menyesuaikan semua elemen dengan identitas brand tanpa harus ikut aturan platform marketplace.
- Bisa membangun customer database yang solid karena data dikumpulkan dan dianalisis secara langsung di website sendiri.
- Dapat mengatur customer journey dari awal hingga akhir sehingga semua funnel bisa optimal.
Hasilnya, memiliki webcommerce adalah aset digital jangka panjang, bukan cuma tempat jualan semata. Jadi, merek nggak sepenuhnya bergantung pada algoritma atau kebijakan platform pihak ketiga untuk mendapatkan penjualan.
3. Banyak Brand Salah Saat Pindah ke Website
Pindah ke situs e-commerce bukan hanya soal punya website semata. Lebih dari itu, brand juga perlu berpikir soal cara mendatangkan traffic dan mengubah pengunjung menjadi customer.
Kesalahan paling umum dari peralihan ini adalah:
- Brand terlalu fokus pada desain, tapi lupa soal funnel seperti alur customer journey dan proses conversion secara jelas.
- Brand nggak punya strategi traffic khusus (SEO, iklan digital, media sosial, dan content marketing) karena terbiasa dengan traffic bawaan marketplace.
- Tombol CTA dan journey (navigasi hingga proses checkout) kurang jelas sehingga bikin customer gampang close tab website sebelum membeli.
Hasilnya, meskipun website sudah ada, conversion rate tetap rendah dan potensi penjualan nggak maksimal.
4. Webcommerce Butuh Integrasi Channel
Website jualan online nggak bisa berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu channel. Setiap platform memiliki peran berbeda dalam perjalanan customer, sehingga semuanya perlu saling nyambung untuk menciptakan funnel yang efektif.
- TikTok → Membangun awareness dan menarik audiens baru melalui konten yang engaging.
- Meta (Instagram dan Facebook) → Retargeting dan menjaga interaksi dengan calon customer yang sudah pernah melihat produk.
- Search (SEO dan Google Ads) → Mendatangkan high intent traffic, yaitu pengguna yang memang sedang mencari produk atau solusi tertentu.
- Website → Pusat conversion dan retention, yakni tempat customer melakukan pembelian sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan brand.
Dengan strategi yang terintegrasi, brand dapat menciptakan customer journey yang lebih konsisten.
5. Data Jadi Keuntungan Terbesar
Dalam website bisnis online, data pelanggan menjadi aset penting yang membantu mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat dan strategis. Contohnya:
- Tracking Customer Behavior. Lewat produk yang sering dilihat, waktu belanja, hingga kebiasaan checkout.
- Retargeting Audiens Sendiri. Melalui email marketing, iklan digital, atau promo personal kepada pelanggan.
- Optimasi Berdasarkan Data Real. Semua strategi marketing, promo, hingga customer experience dikembangkan berbasis data, bukan sekadar asumsi.
Bisa dibilang, website e-commerce bikin brand nggak sepenuhnya bergantung sama algoritma marketplace untuk memperoleh traffic atau penjualan.
Jadi, marketplace tetap menjadi channel penting bagi toko online, tapi bukan satu-satunya. Sementara itu, situs e-commerce bantu brand punya kontrol dan margin lebih sehat.
Ketika brand memutuskan untuk beralih ke situs e-commerce, ini bukan cuma soal pindah platform, melainkan juga fokus pada sistem dan funnel yang dibangun.
Web E-commerce: Solusi saat Marketplace Nggak Lagi Cukup untuk Bertumbuh

Hari ini, brand yang sustain bukan yang cuma ramai di marketplace, tapi yang mulai membangun ekosistem digitalnya sendiri. Karena di era sekarang, punya traffic itu bagus, tapi nggak bisa jadi jaminan. Sebaliknya, punya customer relationship sendiri jauh lebih valuable.
Agar strategi web e-commerce berjalan optimal, website perlu dukungan strategi SEO yang mampu menghadirkan high intent traffic secara konsisten. Kamu mau bangun platform webcommerce yang lebih scalable dan sustainable? Layanan Website Development dan SEO dari BDD siap membantu brand-mu untuk menciptakan performa digital yang lebih efektif dan terarah!
Related Article
5 Minutes Essentials
29 May 2026
TTMS (TikTok Market Scope): Cara Brand Baca Market & Trend Lebih Cepat
Read More
5 Minutes Essentials
20 May 2026
Apa Itu Permalink? Arti, Fungsi, dan Cara Membuat URL SEO Friendly
Ingin website kamu ramai pengunjung? Pahami permalink artinya apa, fungsi strategisnya untuk SEO, dan panduan lengkap membuat struktur URL yang ideal
Read More