All Article
News
Webinar Recap BDD x Ruang Seller x Lion Parcel : Beriklan di Social Commerce Tanpa Takut Over Budget
Menjelang Ramadan, banyak pelaku bisnis mulai memikirkan strategi iklan untuk meningkatkan penjualan. Tapi satu hal yang selalu muncul: rasa takut. Takut salah setting, takut rugi, takut boncos.
Padahal, iklan digital justru bisa jadi cara paling efisien untuk menjangkau audiens baru,asal dijalankan dengan strategi yang tepat dan berbasis data.
Hal inilah yang jadi pembahasan utama dalam webinar Seller Talks: BDD x Ruang Seller x Lion Parcel bertajuk Beriklan di Social Commerce Tanpa Takut Over Budget : Strategi Aman Untuk Akuisisi & Engagement yang digelar pada 12 Februari 2026 melalui Zoom Meeting. Selama satu jam, para peserta diajak memahami bahwa beriklan tidak harus mahal, dan bukan soal “siapa yang punya budget paling besar”, tapi soal bagaimana mengelolanya dengan cerdas.
Iklan Digital Itu Bukan Cuma Soal Budget, Tapi Juga Soal Strategi
Banyak UMKM sudah punya produk bagus, tapi berhenti beriklan karena pengalaman buruk: uang habis, hasilnya nihil. Padahal masalahnya sering bukan di platform, melainkan di cara menjalankannya.
Iklan digital idealnya dimulai kecil sekitar 30–50 ribu per hari sambil mengumpulkan data untuk dianalisis. Dari data itulah strategi bisa disesuaikan: konten mana yang paling banyak diklik, audiens mana yang paling responsif, dan momen apa yang paling efektif untuk beriklan.
Kalau langsung menghabiskan budget besar di awal tanpa strategi, risiko boncos justru lebih tinggi.
Kesalahan Apa yang Sering Terjadi?
Ada pola yang sering terulang di banyak bisnis kecil: langsung pasang iklan besar di semua platform sekaligus, tanpa tahu siapa targetnya dan apa tujuannya.
Bahkan banyak yang masih pakai satu jenis konten saja—biasanya hard selling—yang justru bikin audiens cepat jenuh.
Agar hasilnya lebih optimal, iklan perlu disusun berdasarkan tahapan funnel marketing:
- Awareness: memperkenalkan produk dan manfaatnya dengan cara ringan dan menarik.
- Consideration: menunjukkan testimoni, review, atau value
- Conversion: ajakan beli, promo, atau CTA yang jelas dan relevan.
Dengan pendekatan ini, audiens tidak langsung “ditembak jualan”, tapi diajak mengenal brand secara bertahap.
Kombinasi Strategi Organik & Berbayar
Iklan berbayar penting, tapi bukan berarti strategi organik bisa ditinggalkan.
Konten organik membantu membangun kepercayaan dan kedekatan, sementara iklan berbayar mempercepat jangkauan audiens baru.
Keduanya bekerja seperti tim: konten organik memancing minat, sedangkan iklan berbayar menutup peluang.
Pemilihan platform pun perlu disesuaikan dengan karakter produk,seperti:
- Marketplace: cocok untuk produk < Rp50 ribu, volume tinggi
- Website: ideal untuk produk > Rp500 ribu, margin tinggi
- TikTok: bagus untuk awareness & storytelling
- Instagram: unggul di visual & showcase brand
- WhatsApp: untuk closing & follow-up
- Facebook: bangun komunitas loyal
Tidak semua bisnis itu cocok di semua platform. Fokuslah di tempat audiens paling aktif dan relevan dengan produknya.
Strategi Iklan yang Aman untuk Pemula
Buat yang baru mau mulai, ada langkah sederhana yang bisa diikuti:
- Siapkan dulu 3–5 konten yang bisa diujicoba.
- Gunakan budget kecil untuk testing.
- Jalankan iklan selama 3–7 hari untuk lihat data awal.
- Evaluasi konten terbaik berdasarkan hasil klik dan interaksi.
- Naikkan budget bertahap setelah performa stabil.
Pendekatan ini lebih aman dan minim risiko. Iklan digital memang butuh waktu belajar, baik untuk bisnis maupun algoritmanya. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan gagal hanya karena hari pertama hasilnya belum bagus atau ga ada hasil ya!
Do’s & Don’ts dalam Beriklan
Do:
✅ Fokus pada value & manfaat produk
✅ Tentukan tujuan iklan dari awal
✅ Gunakan data untuk evaluasi
Don’t:
🚫 Asal pasang iklan tanpa tahu target
🚫 Langsung hard selling tanpa edukasi
🚫 Naikkan budget tanpa lihat hasil
Q&A Session
Bagian tanya jawab jadi momen yang paling hidup. Banyak peserta mengaku baru paham bahwa iklan jasa dan produk perlu strategi yang berbeda, seperti:
Q: Bagaimana cara membuat iklan untuk produk UMKM yang berbentuk barang dan yang berupa jasa?
A: Mindset dasarnya, produk harus terlihat menarik terlebih dulu sebelum masuk ke detail. Audiens perlu langsung melihat manfaat, harga, dan unsur urgency. Urgency bisa dibangun dari keterbatasan produk (limited product) atau benefit utamanya.
Tentukan dulu tujuan iklannya mau diarahkan ke mana, terus buat hook yang kuat di 3 detik pertama.
Contoh hook:
Skincare: “Sering jerawatan, tapi sudah coba banyak skincare dan belum cocok?”
Tas: “Tas kerja ini muat banyak barang tapi tetap stylish.”
Makanan: “Harganya cuma 2 ribu tapi bisa tahan 6 bulan.”
Tampilkan fitur produk, misalnya bahan premium dan berkualitas, tetapi yang dijual adalah hasilnya dan manfaat akhirnya, bukan hanya spesifikasinya.
Gunakan juga formula konten: Hook – Problem – Solusi – Bukti – CTA.
Untuk UMKM berupa jasa seperti klinik, agency, fotografer, atau kursus kuncinya ada di trust. Harus menampilkan hasil, testimoni, dan kredibilitas. Struktur kontennya bisa mirip seperti produk, tetapi CTA lebih soft, misalnya ajakan konsultasi, chat dulu, atau daftar.
Q: Kalau sudah terbiasa jualan dan beriklan di marketplace, platform social commerce apa yang direkomendasikan untuk produk high value seperti logam mulia?
A: Strateginya berbeda karena ini bukan produk impulsif, tetapi high value. Trust building harus jauh lebih kuat. Strategi kontennya tidak hanya menjual produknya, tapi memberikan edukasi. Misalnya edukasi soal investasi emas dan perlindungan terhadap inflasi. Yang dijual bukan sekadar emasnya, tetapi rasa aman dan nilai perlindungannya.
Disarankan membangun trust melalui TikTok karena durasi kontennya bisa lebih panjang dan bisa dibuat berseri. Bisa juga diperkuat dengan Instagram Reels dan konten update harga serta kondisi pasar.
Q: Idealnya berapa lama fase testing iklan dijalankan?
A: Idealnya 3–7 hari, tergantung budget. Patokannya bukan jumlah hari, tapi jumlah data yang sudah terkumpul. Sebelum mengambil keputusan, pastikan sudah ada data impression dan click yang cukup.
Kalau budget kecil, misalnya 25–30 ribu per hari, biarkan iklan berjalan sampai datanya terbentuk. Jangan terlalu cepat mematikan iklan hanya karena hari pertama hasilnya jelek. Sering kali performa mulai stabil di hari ke-3.
Q: Saat masuk fase scaling, kenapa cost per result (CPR) sering ikut naik?
A: Banyak kasus scaling gagal karena audiens sudah jenuh atau terjadi content fatigue, sehingga materi iklan perlu di-refresh. Saat budget dinaikkan, algoritma bisa kembali ke learning phase (reset pembelajaran).
Scaling yang aman tidak dilakukan dengan lonjakan besar sekaligus. Naikkan budget secara bertahap. Jika CPR sudah stabil, baru dinaikkan pelan-pelan. Alternatif yang lebih aman adalah horizontal scaling, yaitu menduplikasi campaign yang sudah profit.
Q: Saya punya toko di Shopee tapi produknya tidak ada yang melihat. Apa yang harus diperbaiki?
A: Ini masalah yang sering terjadi dan biasanya karena produk tidak muncul di hasil pencarian. Solusinya adalah memperbaiki judul produk dengan kata kunci yang tepat, membuat deskripsi yang lengkap, dan memastikan produk masuk ke kategori yang sesuai.
Gunakan rumus penulisan judul marketplace:
Jenis Produk + Spesifikasi + Target Market + Keunggulan + kata populer di produk tersebut.
Bisa juga dengan struktur:
Nama Produk Utama + Masalah yang diselesaikan + Varian + Keunggulan.
Tiga Insight yang Paling Penting
Dari seluruh pembahasan, ada tiga hal yang paling diingat peserta:
- Mulai kecil nggak apa-apa. Fokus ke strategi dan baca data, bukan nominal budget.
- Gunakan struktur funnel. Iklan yang baik membimbing audiens dari kenal → percaya → beli.
- Gabungkan organik dan berbayar. Keduanya saling melengkapi dan memperkuat performa.
Penutup: Saatnya UMKM Naik Level
Webinar ini bukan cuma tentang teknis pasang iklan, tapi juga tentang cara berpikir baru: bahwa iklan digital bukan hal menakutkan.
Dengan strategi yang benar, bahkan budget kecil bisa menghasilkan hasil besar.
Banyak peserta bilang sesi ini membuka mata mereka soal pentingnya analisis data dan funnel marketing. Ada juga yang jadi semangat lagi buat mencoba beriklan setelah sebelumnya berhenti karena “trauma boncos.”
BDD bersama Ruang Seller dan Lion Parcel akan terus menghadirkan sesi seperti ini karena membantu UMKM bertumbuh lewat strategi digital yang realistis dan bisa diterapkan siapa saja adalah bagian dari misi kami.
Related Article
All Article
11 Feb 2026
Kenapa Brand Tetap Butuh Strategic Partner di Era AI untuk Tumbuh Lebih Cepat
Brand sudah pakai AI tapi belum optimal? Cari tahu kenapa strategic partner tetap dibutuhkan agar AI lebih berdampak.
Read More
All Article
11 Feb 2026
AI Search Mengubah SEO: Apa yang Berubah dan Apa Dampaknya
Di era AI Search, traffic bukan satu-satunya indikator sukses SEO. Artikel ini membahas perubahan, dampak, dan strategi adaptasinya.
Read More
All Article
10 Feb 2026
Monthly Report: Bukan Sekadar Laporan, Tapi Alat Evaluasi Agency
Monthly report bukan sekadar laporan rutin. Pelajari fungsi reporting sebagai alat evaluasi strategis antara agency dan klien.
Read More