Posted on 25 Dec 2025
Back to main article
Posted on 25 Dec 2025

Sudah membuat artikel dengan riset mendalam, bahasa mengalir, dan visual menarik, tapi trafik tetap stagnan? Masalah website stuck di SERP ini memang sering dialami banyak pemilik situs, Buddies.

Meskipun kontenmu sudah sangat berkualitas, realitanya algoritma Google memiliki prioritas penilaian yang jauh lebih kompleks daripada sekadar rangkaian kata yang informatif, rapi, dan memiliki visual yang menarik. 

Tapi jangan berkecil hati dulu, Buddies. Permasalahan ini sering terjadi karena adanya celah teknis atau strategi optimasi yang belum selaras dengan Google dan ini masih bisa kamu perbaiki. Yuk, kita bedah lebih dalam penyebab dan solusinya di sini!

Konten Bagus, Tapi Nggak Sesuai dengan Search Intent

Kenapa website saya tidak muncul di pencarian Google atau tidak perform? Penyebab pertama adalah konten dibuat dengan isi apa yang ingin kamu sampaikan, bukan apa yang user cari.

Google adalah mesin pencarian yang tugasnya adalah menjawab pertanyaan. Kalau jawaban kamu nggak “nyambung” dengan pertanyaan user, Google sudah pasti nggak akan merekomendasikan halaman kamu, sebagus apapun kontennya.

Contohnya, user mengetik keyword “cara memperbaiki AC bocor”. Search Intent atau maksud pencarian di sini jelas: mereka butuh panduan praktis, step-by-step, dan cepat. 

Kalau konten yang kamu buat justru membahas sejarah penemuan AC atau teori termodinamika yang bertele-tele, user sudah pasti akan meninggalkan web. Hal ini lantas akan dibaca oleh Google sebagai tanda bahwa konten kamu tidak relevan.

Cara Memperbaiki:

  1. Intip pola SERP: Ketik keyword targetmu di Google.
  2. Amati 3–5 website teratas: Perhatikan format kontennya: apakah berupa listicle, video tutorial, atau tabel perbandingan.
  3. Cek isi konten: Pelajari bagaimana mereka menyajikan informasi, panjang artikel, dan cara penyampaiannya.

Kalau mayoritas hasil pencarian adalah panduan singkat, jangan melawan arus dengan membuat esai filosofis. Sesuaikan dan adaptasi kontenmu agar sesuai dengan bentuk konten yang sudah terbukti user sukai. 

Menargetkan Keyword yang Terlalu Kompetitif

Sumber: Inspired by Backlinko 

Gagalnya sebuah artikel perform dan menjadi penyebab rendahnya trafik ke situs web juga bisa disebabkan oleh pemilihan keyword yang terlalu kompetitif, Buddies. 

Keyword yang kompetitif adalah kata kunci sudah banyak digunakan oleh website populer dan otoritatif. Konten kamu mungkin jauh lebih lengkap dan informatif dibanding kompetitor, tapi Google cenderung memprioritaskan situs high-authority atau situs besar yang sudah eksis bertahun-tahun. 

Kalau kamu memonitor pergerakan ranking menggunakan tools seperti SERPwatch atau tools lainnya, kamu mungkin akan melihat bahwa posisi mereka nyaris tak tergoyahkan meski konten yang mereka hasilkan biasa saja. Ini bukan curang, tapi soal akumulasi reputasi digital.

Cara Memperbaiki:

Daripada energi habis melawan raksasa, cobalah strategi gerilya. Pindah haluan ke long-tail keyword atau niche query yang lebih spesifik.[1]

Alih-alih menargetkan “Toko Sepatu”, cobalah “Toko Sepatu terdekat”. Volume pencariannya memang lebih kecil, tapi persaingannya jauh lebih masuk akal dan conversion rate-nya biasanya lebih tinggi karena intent-nya sangat spesifik.

Menang di banyak keyword kecil (long-tail) juga menguntungkan. Secara perlahan kamu bisa membangun authority website sehingga suatu hari nanti kamu akan cukup kuat untuk melawan para raksasa di keyword utama.

Technical Issues yang Bikin Google Susah Paham

Meski kontenmu informatif dan menarik, Google akan kesulitan menilai dan menampilkan website jika ada masalah teknis yang membuat gagal crawling atau indexing, seperti: 

1. Struktur Heading Berantakan

Heading (H1, H2, H3) tidak terstruktur rapi sehingga Google kesulitan memahami topik utama, subtopik halaman, dan isi artikel. 

2. Page Speed Lambat

Website memerlukan waktu lama untuk terbuka sehingga pengunjung cenderung segera meninggalkan halaman. Perlu kamu ketahui, sekitar 75% pengguna enggan menunggu dan kembali ke situs dengan loading lebih dari 4 detik.[2] 

3. Mobile Layout Rusak

95,3% pengguna internet kini mengakses informasi melalui smartphone.[3] Angka fantastis ini menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung akan melihat website dari layar kecil, bukan desktop. 

Jika tampilan situs tidak responsif untuk display di HP, pengunjung akan kesulitan mengonsumsi konten dan enggan membuka kembali websitemu.

4. Internal Linking Lemah

Internal link yang tidak jelas atau jarang, Google sulit memahami hubungan antar halaman dan mendistribusikan “nilai SEO” secara efektif.

5. Canonical atau Sitemap Error

Error yang terjadi akan membuat Google menandai artikelmu sebagai duplikat dan memilih halaman lain untuk diindeks. 

Masalah-masalah teknis di atas akan membuat Google berpikir halaman web kamu belum layak untuk mendapatkan ranking yang lebih tinggi.

Dalam kasus yang lebih parah, Google bahkan bisa memberikan label website status suspicious yang menahan website-mu untuk tampil atau bahkan membuat halaman web tiba-tiba menghilang dari SERP.

Pada akhirnya, SEO itu bukan sekadar kompetisi menulis indah. Tapi, seberapa tepat kamu menjawab kebutuhan user, seberapa mudah konten dipahami oleh Google, dan seberapa sehat infrastruktur website yang kamu miliki. 

Kalau Buddies merasa semua ini terlalu rumit dan website stuck di SERP terus-menerus padahal sudah coba berbagai cara, mungkin ini saatnya kamu mencari bantuan ahli. Di BDD kami siap membantu kamu memiliki strategi SEO yang maksimal, dari search intent, pemilihan keyword, sampai technical issues yang sering luput. Yuk, ngobrol dengan tim BDD agar trafik websitemu segera “pecah telur”.

Related Article

Brand loyalty
27 Dec 2025

Penjualan Stagnan? Ini Cara Bikin Brand Loyalty Lebih Kuat

Brand Loyalty adalah kunci bisnis untuk survive. Pelajari keuntungan, indikator kesuksesannya, dan cara membangun brand loyalty yang kuat

Read More
Creative Agency
26 Dec 2025

Kenapa Banyak Brand Gagal Scale Meski Sudah Pakai Creative Agency?

Brand gagal scale meski sudah hire creative agency? Pelajari alasan umumnya, cara kerja creative agency, dan model kolaborasi yang ideal

Read More
Brand Positioning
26 Dec 2025

Brand Positioning: Strategi Membangun Persepsi Merek yang Melekat di Benak Konsumen

Kenali apa itu brand positioning dan cara membangunnya agar bisnis diingat konsumen. Dapatkan strategi efektif dan contoh inspiratifnya

Read More