Posted on 30 Mar 2026
Back to main article
Posted on 30 Mar 2026

Periode Ramadan sering jadi puncak aktivitas marketing buat banyak brand. Hal ini karena ada lonjakan transaksi selama periode ini. Kategori fashion naik 4 kali lipat, travelling naik 3 kali lipat, dan transaksi di kategori lain juga ikut meningkat.[1] Tapi setelah itu, kamu butuh strategi marketing setelah lebaran.

Alasannya sederhana, yaitu karena perilaku konsumen yang berubah sehingga banyak bisnis mengalami penurunan penjualan. Jadi, brand perlu segera mengambil langkah strategi marketing yang baru agar momentum bisnis tetap terjaga. Kamu wajib mencari cara agar brand tetap thriving pasca lebaran.

Perubahan Perilaku Konsumen setelah Lebaran

Selama bulan Ramadan, biasanya konsumen lebih sering belanja daripada di bulan-bulan lainnya. Alasannya beragam, tapi faktor yang paling menentukan adalah faktor budaya. Banyak konsumen yang membeli baju baru, bahan-bahan kue atau kuenya langsung, sepatu baru, dan lain-lain.

Pada pekan kedua atau ketiga bulan Ramadan, konsumen meningkatkan pembelian di sektor travel dan untuk hadiah atau hampers. Inilah kenapa banyak brand bikin campaign besar selama Ramadan. Ada brand yang menawarkan big sale, iklan dengan storyline yang menarik, produk edisi khusus Ramadan, dan lain-lain.

Namun, kalau dilihat dari data beberapa tahun belakangan, volume transaksi setelah lebaran turun sekitar 30-40% di bawah rata-rata Ramadan.[2] Hal ini karena prioritas konsumen berubah. Persiapan buat hari raya sudah usai dan konsumen mulai kembali ke rutinitas normal seperti biasa.

Hasilnya, pengeluaran konsumen pun cenderung lebih selektif. Mereka nggak lagi fokus pada belanja dan membuat banyak brand kehilangan momentumnya. Jadi, Buddies, kamu wajib memahami perubahan ini agar membantu brand menyesuaikan strategi marketing lebaran dengan lebih tepat.

Strategi Marketing yang Bisa Dilakukan setelah Lebaran

Setelah strategi marketing Ramadan usai, kamu perlu segera merancang strategi yang baru buat menjaga momentum bisnis. Buat kamu yang mau tahu apa saja ide strategi marketing setelah lebaran, berikut beberapa opsinya!

1. Campaign “Back to Routine”

Setelah lebaran, banyak konsumen yang ngerasa struggling buat balik ke rutinitas normal. Nah Buddies, kamu bisa memanfaatkan hal ini buat jadi campaign marketing. Coba buat konten yang relevan dengan aktivitas setelah libur panjang, lengkap sama struggle yang biasa dirasakan oleh para konsumen.

Lalu, jangan lupa buat masukin tips atau solusi buat menghadapi struggle tersebut. Kamu bisa mention produk, event, atau berbagai jenis campaign lain sebagai solusinya. Ini termasuk salah satu strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan yang paling efektif pada periode setelah lebaran.

2. Promo After Lebaran

Hampir semua konsumen pasti suka sama promo. Studi terbaru menunjukkan bahwa 65% konsumen cenderung membeli produk ketika ada diskon. Persentasenya meningkat menjadi 75% di kalangan konsumen yang berusia 18-30 tahun.[3] Jadi, efektivitas promo udah nggak perlu kamu ragukan lagi.

Promo khusus bisa menjaga minat beli konsumen. Karena itu, jangan lupa buat memasukkan strategi marketing ini ke dalam campaign. Promonya bisa berupa diskon, buy 1 get 1, free gift, atau promo-promo lain yang sejenis. Biar nggak terasa rugi, kamu bisa memanfaatkan stok lama sisa campaign Ramadan.

3. Fokus pada Retargeting Audience

Buddies, tahukah kamu kalau 63% konsumen sering membeli ulang brand favorit mereka?[4] Jadi, trust dan loyalty itu punya harga yang mahal dan perlu kamu jaga dengan baik. Inilah kenapa fokus pada konsumen lama itu sangat esensial. Caranya bisa dengan retargeting audience

Kamu bisa menargetkan kembali konsumen yang sebelumnya pernah berinteraksi selama Ramadan. Bisa dengan memberikan voucher diskon atau langkah strategis lain ketika mereka membeli produk kamu di campaign Ramadan. Langkah ini bisa menambah kemungkinan konsumen untuk melakukan repurchase.

4. Gunakan Data Hasil Campaign Ramadan untuk Campaign setelah Lebaran

Terakhir, kamu bisa menganalisis data hasil campaign Ramadan. Coba lihat performa konten campaign di semua channel untuk melihat mana yang efektif dan mana yang perlu kamu evaluasi. Cari mana channel terbaik dengan melihat engagement rate, impression, dan reach di semua channel.

Ketika hasilnya sudah ada, kamu bisa menggunakan semua data tersebut buat merancang strategi baru. Kamu bisa mempertahankan strategi yang hasilnya bagus dengan pendekatan berbeda agar tetap relevan pada periode sekarang. Hal ini sangat penting untuk menjaga para konsumen agar nggak kabur.

Setelah lebaran, hampir semua bisnis pasti mengalami penurunan drastis pada transaksi. Tapi, hal itu bisa kamu cegah dengan strategi marketing yang tepat. Hasilnya, brand dapat tetap menjaga performa bisnis dan membuatnya tetap thriving meskipun periode Ramadan telah berakhir.

Kamu pun nggak perlu menyusun semua strategi itu sendiri, Buddies. Pasalnya, tim BDD punya layanan:

  • Digital Ads, buat menjaga performa bisnis melalui iklan dan promosi campaign lainnya.
  • Social Media Management, untuk mengelola social media sebagai platform paling ideal buat pemasaran.

Tim BDD bisa membantu kamu untuk membuat strategi marketing setelah lebaran paling efektif. Karena itu Buddies, kamu nggak perlu ragu lagi dan bisa segera menghubungi BDD untuk memulai langkah pemasaran yang strategis!

Related Article

strategi konten brand setelah hari raya
30 Mar 2026

Strategi Konten Brand setelah Hari Raya: Transisi Kembali ke Rutinitas

Temukan strategi konten brand setelah hari raya untuk jaga performa pasca transisi kembali ke rutinitas dari tema, format, dan lainnya!

Read More
tren marketing setelah Ramadan
30 Mar 2026

4 Tren Marketing setelah Ramadan yang Lagi Hype, Wajib Dicoba!

Temukan berbagai tren marketing setelah Ramadan yang hype di tahun 2026, dari konten relatable, format video pendek, dan lainnya di sini!

Read More
engagement social media
30 Mar 2026

Strategi Menjaga Engagement Social Media Pasca Ramadan

Temukan faktor yang memengaruhi engagement social media, lengkap dengan cara menjaga dan menaikkannya setelah momentum Ramadan di sini!

Read More