All Article
Digital Marketing
Platform E-Commerce 101: Panduan Dasar untuk Bisnis
Nilai transaksi dari platform e-commerce di Indonesia terus merangkak naik dari tahun ke tahun seiring dengan minat belanja online. Dari data Mandiri Institute, sejak 2017 hingga 2024, angka transaksi lewat e-commerce bahkan selalu menunjukkan peningkatan hingga menembus Rp487 triliun di 2024.[1]
Angka yang bikin melongo kan, Buddies? Besarnya angka ini menegaskan bahwa e-commerce adalah salah satu jalur perdagangan digital yang menjanjikan bagi pelaku usaha.
Tertarik? Sebelum kamu buru-buru terjun, yuk, kenali dulu apa itu platform e-commerce dan basic knowledge-nya di sini!
Apa yang Dimaksud Platform E-commerce?
Platform e-commerce adalah alat atau sistem yang digunakan untuk membangun dan mengelola toko online.
Biar lebih mudah membayangkan, pertama Buddies bisa bandingkan dulu dengan website biasa. Website biasa umumnya hanya menampilkan informasi seperti profil perusahaan, blog, atau portofolio, mirip seperti brosur digital yang fungsinya sekadar memberi gambaran, tapi tidak bisa dipakai untuk bertransaksi.
Lalu ada website e-commerce. Kamu bisa mengibaratkannya sebagai website dengan toko online. Ada etalase produk, keranjang belanja, kasir virtual, hingga pilihan kurir yang siap mengantar pesanan langsung ke pintu rumah pelanggan.
Nah, agar “toko online” bisa berjalan seperti di website e-commerce, maka kamu memerlukan platform e-commerce. Inilah mesin utama yang membuat semua fitur belanja online berfungsi dengan baik.
Beberapa contoh platform populer yang banyak digunakan pelaku bisnis antara lain Shopify, WooCommerce, dan Magento.
Kenapa Platform E-Commerce Penting untuk Bisnis?
- Skalabilitas: didesain fleksibel, bisa untuk bisnis rumahan hingga bisnis yang lebih besar. Platform bisa tumbuh seiring perkembangan bisnis.
- Easy Management: Semua urusan yang memusingkan seperti update stok, metode pembayaran, sampai tracking bisa di-handle dalam satu dashboard.
- Integration Support: Platform ini mendukung integrasi dengan payment gateway dan ekspedisi. Pembeli tinggal klik, bayar, dan pesanan langsung terproses.
- SEO dan Branding: Banyak platform e-commerce dilengkapi fitur bawaan yang SEO friendly. Artinya, peluang tokomu muncul di halaman pertama Google lebih besar. Tampilan toko juga bisa kamu atur sesuai branding, membuat bisnismu bukan cuma jualan, tapi juga punya identitas yang kuat di mata konsumen.
Jenis-Jenis Platform E-Commerce
Ada tiga kategori utama platform e-commerce di Indonesia dan global yang sudah biasa dipakai:
1. Open-Source
Ini jenis platform e-commerce yang kodenya terbuka dan bisa kamu ubah sesuai kebutuhan. Ibarat punya “dapur” sendiri, semua resepnya kelihatan, dan kamu bebas nambah bumbu atau modifikasi sesuai selera bisnis.
Contohnya WooCommerce atau Magento. Fleksibel banget, tapi kamu akan butuh skill teknis atau bantuan developer biar hasilnya bisa maksimal.
2. SaaS
Platform berbasis layanan berlangganan, contoh platform e commerce-nya: Shopify, Wix, atau BigCommerce. Kamu tinggal daftar, toko langsung jadi tanpa perlu pusing soal coding atau server. Praktis dan cepat, tapi fiturnya yang tersedia cukup terbatas.
3. Custom Platform
Dibangun dari nol sesuai kebutuhan bisnis. Jenis ini paling spesial karena fiturnya bisa kamu buat sesuai keinginan. Tapi konsekuensinya adalah biaya yang lebih tinggi dan waktu pengerjaan yang lebih panjang. Biasanya, penggunanya adalah perusahaan besar yang butuh sistem e-commerce dengan spesifikasi unik.
Perbandingan Singkat Platform E-Commerce
| Jenis Platform | Kelebihan | Kekurangan | Cocok untuk |
| Open-Source | Fleksibel, murah | Butuh skill teknis | UKM/Startup |
| SaaS/Hosted | Cepat, praktis | Biaya rutin, fitur terbatas | Pemula/UMKM |
| Custom/Tailored | Sangat unik | Mahal & lama dibuat | Enterprise |
Tips Memilih Platform E-Commerce yang Tepat
- Sesuaikan dengan kebutuhan bisnis: Apakah produknya banyak atau sedikit? Pertanyaan ini akan menentukan seberapa kompleks platform yang kamu butuhkan.
- Hitung budget jangka panjang: Pikirkan bukan cuma biaya awal, tapi juga biaya maintenance, plugin, dan langganan.
- Pastikan integrasi tools lancar: Dari payment gateway, marketplace, sampai ekspedisi harus bisa nyambung.
- Utamakan keamanan: Perlindungan data customer itu harga mati.
- Perhatikan performa website: Loading cepat bikin pengunjung betah, sebaliknya lambat bikin mereka kabur.
- Fokus ke user experience: Tampilan dan navigasi harus nyaman, baik untuk kamu sebagai admin maupun untuk customer saat belanja.
Tantangan Umum dalam Menggunakan Platform E-Commerce
Dengan jumlah pengguna e-commerce di Indonesia yang tinggi, yakni sekitar 58,63 juta orang,[2] menggunakan platform e-commerce dalam bisnis memang terdengar seperti langkah cepat untuk meraih keuntungan.
Tapi kenyataannya, ada tantangan-tantangan yang sering muncul dan wajib kamu ketahui, Buddies, seperti:
- Biaya Tambahan: Pengeluaran bisa membengkak untuk biaya tersembunyi seperti tema premium atau plugin berbayar.
- Maintenance dan Keamanan: Kamu harus rutin melakukan pembaruan sistem dan memastikan website aman dari serangan siber.
- Persaingan SEO: Halaman pertama Google adalah lahan emas yang persaingannya ketat. Kamu harus siap dengan strategi konten dan SEO yang matang.
- Skalabilitas: Saat bisnis makin ramai, traffic website juga melonjak. Kamu akan butuh server yang bisa menampung traffic lebih tinggi tanpa down.
Dari definisi hingga tantangan, sangat jelas kalau memilih platform e-commerce itu bukan keputusan sepele, Buddies. Platform yang tepat bisa jadi fondasi kokoh untuk bisnis digital kamu, sementara pilihan yang salah justru bisa menjadi batu sandungan.
Mau cara membuat toko online yang lebih mudah tanpa pusing urus teknis sana sini? Layanan Website Development dari BDD siap bantu kamu. Kami nggak hanya membangun website, tapi juga menghadirkan solusi lengkap mulai dari e-commerce, company profile, hingga maintenance, supaya bisnismu bisa berkembang lancar dan maksimal.
Related Article
All Article
11 Feb 2026
Kenapa Brand Tetap Butuh Strategic Partner di Era AI untuk Tumbuh Lebih Cepat
Brand sudah pakai AI tapi belum optimal? Cari tahu kenapa strategic partner tetap dibutuhkan agar AI lebih berdampak.
Read More
All Article
11 Feb 2026
AI Search Mengubah SEO: Apa yang Berubah dan Apa Dampaknya
Di era AI Search, traffic bukan satu-satunya indikator sukses SEO. Artikel ini membahas perubahan, dampak, dan strategi adaptasinya.
Read More
All Article
10 Feb 2026
Monthly Report: Bukan Sekadar Laporan, Tapi Alat Evaluasi Agency
Monthly report bukan sekadar laporan rutin. Pelajari fungsi reporting sebagai alat evaluasi strategis antara agency dan klien.
Read More