All Article
Strategi Menjaga Engagement Social Media Pasca Ramadan
Buddies, kamu pasti sadar kalau engagement social media di bulan Ramadan lebih rame dari biasanya. Studi menunjukkan kalau durasi app session harian di negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, bisa naik rata-rata 20,08 menit selama bulan puasa.[1] Jadi, wajar rasanya kalau engagement meningkat.
Tapi sayangnya, hal ini sering kali nggak bertahan lama. Ada banyak brand yang mengalami penurunan engagement dan performa. Inilah kenapa salah satu tantangan bagi brand setelah Ramadan adalah menjaga engagement media sosial agar tetap stabil. Kalau bisa, lebih naik lagi.
Adanya penurunan engagement rate ini disebabkan oleh adanya perubahan pada aktivitas digital audiens setelah periode campaign besar. Karena itu, brand perlu menerapkan strategi yang tepat untuk mempertahankan interaksi dengan audiens.
Faktor yang Memengaruhi Engagement setelah Ramadan
Para Buddies mungkin sudah tahu tentang apa itu engagement social media. Engagement artinya interaksi atau keterlibatan, biasanya berbentuk like, comment, dan share di media sosial.
Hal ini sangat penting buat bisnis. Pasalnya, lebih banyak engagement biasanya selaras dengan banyaknya awareness dan konversi. Tapi nggak bisa dipungkiri kalau engagement konten di sosmed emang sering naik turun, terlebih di periode penting kayak Ramadan.
Selama Ramadan, kebanyakan brand mendapatkan peningkatan interaksi di media sosial, tapi langsung turun drastis setelah lebaran.
Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain:
1. Perubahan Waktu Konsumsi Konten
Pada bulan Ramadan, muslim harus bangun tengah malam buat makan sahur. Ternyata, hal ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas digital mereka. Hampir 75% pengguna lebih sering main sosmed, biasanya antara 25% sampai 50% di bulan puasa.[2] Paling banyak di waktu sahur dan buka.
Tapi setelah lebaran, orang-orang nggak lagi online selama sahur. Kebanyakan orang main sosmed saat pulang sekolah atau kerja, rata-rata dari jam 4 sore sampai 9 malam.[3] Jadi, nggak akan selama bulan Ramadan.
2. Perubahan Topik yang Relevan
Audiens juga sering menemukan topik unik yang hanya muncul saat Ramadan. Ada topik terkait bukber, berburu takjil, edukasi keagamaan, dan lain-lain. Brand sering kali memanfaatkan topik-topik ini saat membuat konten. Hasilnya, jumlah engagement pun naik.
Tapi setelah Ramadan selesai, semua topik itu udah nggak relevan lagi. Kalau brand nggak beradaptasi, maka jangan heran kalau engagement bakal turun drastis.
3. Penurunan Aktivitas Digital setelah Campaign Besar
Kebanyakan brand biasanya all in, berlomba-lomba buat launch campaign besar di bulan puasa. Tapi setelah periode tersebut usai, biasanya ada penurunan aktivitas digital. Pasalnya, skala campaign berikutnya pasti nggak akan sebesar di periode Ramadan.
Strategi Menjaga Engagement Social Media
Ada beberapa cara buat menjaga, bahkan naikin engagement di social media setelah lebaran, seperti:
1. Gunakan Konten Interaktif
Buddies, tahukah kamu kalau social media users nggak sering engage sama kebanyakan konten? Menurut penelitian, meskipun mereka sering memeriksa sosmed secara intensif, mereka jarang memakai fitur-fitur interaksi.[4] Itu kenapa kamu harus bikin mereka tertarik buat engage sama konten brand.
Caranya bisa dengan membuat polling, Q&A, atau diskusi ringan yang memantik keinginan pengguna untuk berkomentar. Jangan berupa rage bait, karena bisa bikin imej brand jadi negatif. Diskusinya bisa berupa pertanyaan ringan terkait niche brand atau topik yang lagi in di media sosial.
2. Fokus pada Storytelling
Audiens biasanya lebih tertarik sama konten yang punya “cerita”. Konten ini punya nilai lebih daripada yang straight up ads. Karena itu, kamu bisa fokus pada storytelling. Pastikan brand kamu punya cerita unik yang bisa menarik perhatian publik.
Setiap video pendek, infografis, cuitan, dan gambar bisa jadi cerita mini yang membangun long-term storytelling. Pastinya, harus dibarengi dengan copywriting yang attention grabbing. Visual konten juga wajib terlihat menarik: show and don’t tell. Dengan rumus ini, kamu bisa bikin engagement naik.
3. Konsisten dengan Jadwal Posting
Pada dasarnya, konsistensi adalah kunci kesuksesan, Buddies. Hal ini juga berlaku di digital marketing.
Caranya bisa dengan bikin jadwal posting yang konsisten buat membantu menjaga visibilitas brand. Pengguna sosmed cenderung gampang lupa. Jadi, kalau kamu menghilang, brand akan terlupakan.
Idealnya, kamu harus muncul di timeline audiens setiap hari. Jangan ragu buat berinteraksi sama mereka dengan membalas komentar atau cara lain. Hal ini bisa bikin brand kamu diingat oleh mereka.
Setelah Ramadan, kamu butuh strategi konten baru yang lebih relevan dengan perubahan perilaku audiens. Kamu nggak bisa terus posting topik-topik Ramadan karena audiens udah nggak relate sama momen itu.
Kalau bingung saat merencanakannya, kamu bisa coba layanan:
- Social Media Management, pas untuk kamu yang butuh tim ahli buat mengelola media sosial agar keeping up with the trend dan engagement terjaga.
- Creative Service, pas untuk kamu yang butuh tim ahli buat menciptakan konten kreatif, unik, dan menarik.
Kamu bisa menemukan semua layanannya di BDD. Bersama dengan tim BDD, kamu bisa menjaga engagement social media bahkan setelah momentum Ramadan usai. Jadi, boleh dicoba sekarang juga!
Related Article
All Article
30 Mar 2026
Strategi Konten Brand setelah Hari Raya: Transisi Kembali ke Rutinitas
Temukan strategi konten brand setelah hari raya untuk jaga performa pasca transisi kembali ke rutinitas dari tema, format, dan lainnya!
Read More
All Article
30 Mar 2026
4 Tren Marketing setelah Ramadan yang Lagi Hype, Wajib Dicoba!
Temukan berbagai tren marketing setelah Ramadan yang hype di tahun 2026, dari konten relatable, format video pendek, dan lainnya di sini!
Read More
All Article
30 Mar 2026
Libur Lebaran Selesai, Konten Harus Jalan! Ini Ide yang Bisa Dicoba
Temukan ragam ide konten setelah lebaran yang bisa dicoba, dari konten back to work, productivity tips, refleksi Ramadan, dan lainnya!
Read More