Posted on 30 Mar 2026
Back to main article
Posted on 30 Mar 2026

Buddies, sadar nggak sih kalau jenis konten yang dikonsumsi audience di social media bisa berubah dari waktu ke waktu? Jadi, konten yang disukai di bulan Ramadan belum tentu laku di momen setelah lebaran. Ini kenapa kamu perlu brainstorming ide konten setelah lebaran biar audience tetap mau engage.

Setelah lebaran, audience biasanya kembali ke aktivitas sehari-hari. Ada yang kembali bekerja, belajar, atau menjalankan rutinitas lain. Artinya konten-konten bernuansa religi yang laku di bulan Ramadan nggak akan terasa relevan lagi. Inilah sebabnya brand perlu segera menyesuaikan konten setelah lebaran.

Bingung harus bikin konten apa setelah libur lebaran selesai? Kamu bisa membuat konten tetap jalan dengan mencoba beberapa ide di bawah! Tapi sebelum itu, kenali dulu alasan kenapa strategi konten brand kamu perlu beradaptasi dari periode bulan Ramadan ke periode setelah lebaran!

Mengapa Konten Perlu Beradaptasi setelah Lebaran?

Selama Ramadan, kamu pasti sadar kalau ada beberapa tipe dan jenis konten yang lebih populer dari konten lain. Video pendek masih jadi jenis konten paling populer dan konten komedi adalah tipe yang paling disukai.[1] Tapi ada beberapa konten lain yang popularitasnya naik secara tiba-tiba.

Pengguna media sosial di Indonesia jadi lebih sering mengonsumsi konten keagamaan, memasak dan lifestyle, serta video motivasional pendek.[1] Tujuannya adalah untuk mendekatkan diri pada Tuhan selama bulan Ramadan, mencari resep untuk sahur dan buka, serta ingin berubah jadi pribadi yang lebih baik.

Karena itu, kalau mau bikin konten setelah lebaran, kamu harus mengubah strategi. Pendekatan komunikasinya perlu diganti agar tetap menarik perhatian audiens dan nggak bikin engagement anjlok.

Ide Konten Social Media setelah Lebaran

Buddies, kalau kamu butuh ide konten social media setelah lebaran, ini beberapa rekomendasinya!

1. Konten Back to Work

Lebaran adalah momen ketika mayoritas audiens mendapatkan libur panjang dan rehat sejenak dari rutinitas. Tapi setelah liburan usai, banyak yang merasakan holiday blues. Sebuah studi menunjukkan bahwa 87% pekerja merasa takut dan gelisah saat kembali bekerja pasca libur panjang.[2]

Jadi, kamu bisa mengurangi perasaan tersebut dengan konten back to work. Coba bahas soal holiday blues dan kasih tips biar bisa kembali bekerja normal setelah libur panjang. Buat konten yang relatable dengan audiens biar engagement naik. Kalau dalam format video pendek, bisa sisipkan tone fun dan komedi.

2. Konten Productivity Tips

Karena holiday blues, biasanya produktivitas pekerja bakal menurun. Penelitian menunjukkan bahwa pada hari pertama kerja kembali setelah liburan panjang, produktivitas para karyawan turun sekitar 20-30%.[3] Jadi, kamu bisa bikin konten tips mengatur waktu atau meningkatkan produktivitas.

Salah satu contoh konten setelah lebaran yang terkait dengan produktivitas adalah tips memperbaiki jam tidur. Hal ini terjadi karena jam biologis kamu pasti berubah selama Ramadan karena harus makan sahur. Jadi, coba ajak audiens untuk mengembalikannya ke aktivitas normal.

3. Konten Refleksi Ramadan

Selama bulan puasa, kamu pasti sering merealisasikan ide konten Ramadan dan ide konten lebaran. Nah, semua pembelajaran atau insight dari konten-konten tersebut bisa kamu highlight di konten baru. Kamu bisa mengajak audiens buat jadi pribadi yang lebih baik, bahkan setelah Ramadan usai.

4. Resolusi Baru setelah Ramadan

Kebanyakan orang biasanya akan membuat resolusi baru pada tahun baru. Tapi ternyata, Ramadan juga bisa momen yang tepat buat jadi pribadi yang baru. Karena itu, kamu bisa mengajak audiens buat bikin to-do list berisi resolusi setelah lebaran. Bikin dengan tone inspiratif biar mereka semangat mencapai hal-hal baru.

5. Tips Mengelola Keuangan

Kamu juga bisa bikin konten soal keuangan setelah lebaran. Hal ini mengingat ada lonjakan transaksi pada bulan ini. Bahkan, pengeluaran pada Ramadan 2026 diperkirakan akan melampaui tahun 2025. Sekitar 62% masyarakat Indonesia kini berbelanja secara online dua hingga tiga kali per bulan.[4]

Tapi ada penurunan transaksi setelah lebaran, sekitar 30–40% di bawah rata-rata harian Ramadan.[4] Hal ini terjadi karena ada pergeseran prioritas. Jadi, kamu bisa bantu audiens buat mengatur keuangan dengan lebih baik dengan tips-tips yang helpful dan relevan.

Meskipun Ramadan telah usai, konten harus tetap jalan. Karena itulah kamu perlu ide-ide baru yang fresh, relevan, dan relatable buat menjaga engagement pasca lebaran. 

Tim BDD bisa bantu kamu membuat strategi terbaik dengan layanan:

  • Social Media Management: pengelolaan media sosial biar engagement tetap terjaga, bahkan setelah Ramadan usai.
  • Creative Service: pembuatan konten kreatif yang sesuai dengan periode pasca lebaran.

Dengan ide konten setelah lebaran yang tepat, audience bisa tetap engage dengan brand di media sosial dan nggak kehilangan momentum. Jadi Buddies, yuk rancang konten baru bareng tim BDD biar hasilnya lebih maksimal!

Related Article

strategi konten brand setelah hari raya
30 Mar 2026

Strategi Konten Brand setelah Hari Raya: Transisi Kembali ke Rutinitas

Temukan strategi konten brand setelah hari raya untuk jaga performa pasca transisi kembali ke rutinitas dari tema, format, dan lainnya!

Read More
tren marketing setelah Ramadan
30 Mar 2026

4 Tren Marketing setelah Ramadan yang Lagi Hype, Wajib Dicoba!

Temukan berbagai tren marketing setelah Ramadan yang hype di tahun 2026, dari konten relatable, format video pendek, dan lainnya di sini!

Read More
engagement social media
30 Mar 2026

Strategi Menjaga Engagement Social Media Pasca Ramadan

Temukan faktor yang memengaruhi engagement social media, lengkap dengan cara menjaga dan menaikkannya setelah momentum Ramadan di sini!

Read More