All Article
Instagram Broadcast Channel untuk Penjualan, Lebih Efektif dari Iklan Berbayar?
Pemanfaatan Instagram Broadcast Channel untuk penjualan kini menjadi tren digital marketing yang banyak diperbincangkan dan bukan tanpa alasan. Di tangan brand yang memahami cara kerjanya, fitur ini bisa menjadi marketing channel yang efektif untuk konversi.
Subscriber yang memilih untuk bergabung bakal menerima pesan langsung di DM, no algorithms attached, seperti halnya postingan di Feed.
Buddies, langsung saja simak tutorial Broadcast Channel Instagram di bawah ini jika kamu sudah tidak sabar ingin segera mendongkrak sales dengan fitur tersebut!
Mengapa Broadcast Channel Relevan untuk Konversi?
Broadcast Channel Instagram untuk apa? Ada tiga kegunaan Broadcast Channel yang berkontribusi dalam mendorong penjualan. Dan yang terpenting, semua ini bisa kamu peroleh cuma-cuma!
1. Opt-in Audiens
Orang-orang yang menjadi subscriber Broadcast Channel telah mengambil keputusan untuk bergabung atas kehendak sendiri. Individu-individu ini menunjukkan ketertarikan yang lebih mendalam ketimbang pengikut biasa.
Makanya, kelompok ini juga cenderung melakukan repeat order dari brand-mu, Buddies.
2. High Intent
Dengan memilih untuk bergabung, subscriber Broadcast Channel memperlihatkan niat yang lebih besar untuk berinteraksi. Brand-mu bisa memanfaatkan minat ini untuk mengidentifikasi segmen audiens yang paling mungkin untuk mengeluarkan uang mereka.
Dari saluran itu, kamu bisa memberikan akses ke event atau giveaway eksklusif. Strategi Instagram Broadcast Channel ini cukup berhasil menghasilkan ribuan entri dari para subscriber, lho.
3. Open Rate Tinggi
Broadcast Channel mengirim pesan langsung ke inbox DM subscriber disertai push notification. Pada momen dengan volume konten tinggi seperti Harbolnas sekalipun, pesan-pesan yang masuk ini tetap terbaca oleh subscriber karena tidak perlu adu cepat dengan postingan lain di Feed.
Strategi Funnel Marketing lewat Broadcast Channel

Broadcast Channel bisa diintegrasikan ke dalam funnel marketing, dari awareness hingga konversi.
1. Tahap Awareness (Kesadaran)
Broadcast penjualan produk bisa kamu mulai dengan membangun kesadaran dan antisipasi audiens. Konten pemanasan seperti proses behind-the-scenes launching produk atau cuplikan teaser, misalnya, akan mengundang partisipasi audiens sejak dini.
Contohnya, untuk brand fashion, tak ada salahnya mengirimkan sketsa desain atau pilihan material kain kepada audiens. Dengan begitu, mereka dapat mengikuti proses pengembangan koleksi baru dari awal sampai jadi.
2. Tahap Nurturing (Pemeliharaan Hubungan)
Kamu butuh konten eksklusif dan interaksi jika ingin membangun hubungan yang mendalam dengan subscriber, Buddies. Nah, polling adalah salah satu alat interaksi yang efektif, karena bisa menggali minat audiens terhadap produk atau fitur tertentu.
Dari polling, kamu juga bisa mendapat feedback cepat dalam menentukan permintaan produk dan keputusan produksi.
Seperti Shake Shack yang menggunakan polling di Broadcast Channel-nya untuk mengumpulkan masukan mengenai nama burger baru, plus memberi kesempatan kepada subscriber-nya untuk mencoba menu baru itu.
3. Tahap Konversi
Pada tahap ini, subscriber perlu didorong untuk mengambil tindakan. Strategi yang bisa kamu andalkan:
- Early Access: Subscriber berhak mengakses produk baru lebih awal, misalnya 3 jam lebih awal dibandingkan dengan jadwal launching publik.
- Diskon: Bentuk insentif lainnya yang bisa kamu berikan kepada subscriber adalah kode promo khusus, seperti diskon 20% yang berlaku untuk seluruh pembelian.
- Giveaway: Dengan basis audiens yang lebih aktif, Broadcast Channel juga bisa kamu gunakan untuk menyelenggarakan giveaway dengan hadiah besar.
Cara Mengintegrasikan Promo, Early Access, dan Flash Sale di Channel
Buddies, kamu harus menyisipkan promo ke Broadcast Channel dengan seelegan mungkin demi menjaga kenyamanan subscriber. Jangan sampai mereka terbebani untuk membeli, ya!
Beberapa cara berikut telah terbukti dalam menerapkan pendekatan elegan tersebut:
1. Early Access untuk Subscriber
Buat subscriber “feel so special” dengan memberikan early access sebelum pengumuman publik. Melvita, brand skincare asal Prancis, menerapkan strategi ini via sampling campaign di Broadcast Channel-nya bareng influencer Laury Thilleman.
Dari campaign itu, subscriber berkesempatan untuk mendapatkan sampel produk Eau Extraordinaire. Campaign ini menghasilkan 67% peserta yang bergabung ke database marketing Melvita dan pembelian pascaacara meningkat 25% daripada rata-rata industri. Gokil!
2. Flash Sale dengan Urgency
Kemudian, kamu bisa mengumumkan flash sale dengan durasi terbatas melalui Broadcast Channel. Namun, ikuti strategi ini dengan mengirim limited update hanya ketika ada informasi yang kamu anggap memberi high value bagi subscriber. Cara ini ampuh untuk mencegah yang namanya “follower fatigue”.
3. Kombinasi Broadcast dan DM Automation
Adapun strategi paling efektif adalah menggabungkan Broadcast Channel dengan DM otomatis. Baru deh terbentuk funnel yang utuh. Broadcast Channel berfungsi membangun awareness dan antisipasi. Di sisi lain, DM otomatis bertugas mengonversi minat menjadi penjualan.
Alur kerjanya:
- Kirim pesan di Broadcast Channel: “Produk baru launching Jumat. Siapa nih yang udah nggak sabar? React kalau mau early access!”
- Buat konten Reel tentang produk dengan caption: “Komen PRODUK untuk link pre-order.”
- DM merespons otomatis dengan link pre-order ketika seseorang berkomentar.
- Kirim pengumuman di Broadcast Channel: “Pre-order OPEN. Member channel dapat diskon 20% dengan kode INSIDER.”
- DM juga menangani pertanyaan sales secara otomatis. Jika seseorang mengirimkan DM dengan keyword “harga”, maka akan mendapatkan informasi harga pada saat itu juga.
3. Reward untuk Subscriber
Terakhir, berikan hadiah istimewa untuk mengapresiasi subscriber. Kembali ke contoh Shake Shack tadi, franchise burger itu menyelenggarakan giveaway via Channel dengan skala yang lebih besar daripada di Feed. Misalnya, undangan untuk datang ke Innovation Kitchen dan mencoba menu baru.
Value dari hadiah semacam ini sulit ditandingi oleh giveaway yang biasanya berupa merchandise atau voucher makanan.
Cara Mengukur ROI dari Broadcast Channel

Mengukur ROI Broadcast Channel membutuhkan tools yang saling melengkapi, yaitu tracking link, kode promo, dan data analytics.
1. Tracking Link
Tambahkan parameter UTM ke setiap link yang kamu share di Broadcast Channel. Kamu akan mendapatkan insight tentang jumlah traffic dan konversi yang dihasilkan secara real-time.
2. Kode Promo Unik
Selanjutnya, buat kode promo unik untuk subscriber yang tidak tersedia untuk publik umum. Dengan begitu, setiap pembelian yang menggunakan kode itu akan memberikan data penjualan yang jelas berasal dari saluranmu.
3. Data Analytics Internal
Terakhir, gunakan fitur “Insight” yang sudah disediakan Instagram untuk mengakses data seperti total interaksi, voting, sharing Stories, dan “goal suggestions”. Data-data ini bisa kamu manfaatkan untuk mengoptimalkan strategi, misalnya konten mana yang paling banyak mendapat reaksi dan jam berapa subscriber paling aktif.
Studi Kasus Brand yang Berhasil Meningkatkan Konversi lewat Broadcast Channel
Masih sangsi Broadcast Channel bisa menjadi mesin cuan? Ini dua studi kasus brand yang sudah membuktikannya.
Megababe
Katie Sturino, yang mendirikan brand body-care Megababe, memiliki Broadcast Channel bernama JUGs (just us girls) dengan 5.000 anggota di dalamnya. Saluran ini berfungsi sebagai tempat baginya untuk “check-in” dan menayangkan video yang tidak tersedia di Stories.
Tak hanya itu, Katie juga memanfaatkannya untuk survei. Pada November 2024, ia membagikan Google Form ke JUGs tentang minat subscriber-nya untuk mencoba deodoran baru. Ia mendapat hampir 400 respons.
Pada Februari 2025, ketika meluncurkan tiga varian deodoran baru, ia memberikan akses awal 3 jam kepada member JUGs sebelum diluncurkan ke publik, ditambah diskon 20%.
Kerennya, anggota JUGs bertanggung jawab atas 20% dari penjualan DTC pada hari H. Santal, Peachy, dan Coco, ketiganya laku keras.
818 Spirits
Brand tequila milik Kendall Jenner ini menggunakan Broadcast Channel bernama Happy Hour untuk berkomunikasi langsung dengan konsumen.
Tantangan terbesar 818 Spirits adalah tidak bisa mengakses data pembelian buntut regulasi ketat di AS. Alhasil, brand ini tidak tahu siapa pelanggan terbaiknya. Nah, Broadcast Channel mampu mengisi gap ini.
Jadi, sewaktu mengadakan giveaway tiket untuk event Coachella (tanpa pengumuman via media sosial atau email), 818 Spirits menerima ribuan entri. Bukan cuma itu, membership di saluran Happy Hour juga naik 130% dalam 60 hari!
Meski sudah disodorkan bukti-bukti ini, tidak sedikit brand yang masih underutilized Instagram Broadcast Channel untuk penjualan. Kamu tidak mau menjadi salah satunya dan kehilangan kesempatan emas, Buddies?
Tim BDD siap membantu brand-mu merancang dan mengeksekusi strategi Broadcast Channel yang terjamin data-driven. Mulai dari Social Media Management untuk mengelola channel, Digital Ads untuk memperluas jangkauan, hingga Data Analytics untuk mengukur dan mengoptimalkan ROI.
Hubungi tim kami sekarang untuk mengubah follower biasa menjadi pelanggan setia!
Related Article
All Article
10 Jul 2026
Stories vs Broadcast Channel vs DM Instagram: Mana yang Tepat untuk Strategi Brand Kamu?
Read More
All Article
09 Jul 2026
Instagram Broadcast Channel, Saluran Eksklusif yang Wajib Dicoba Brand dan Creator
Pelajari apa itu Instagram Broadcast Channel, cara kerja, keunggulannya, serta contoh brand dan creator yang sudah menggunakannya
Read More
All Article
08 Jul 2026
Customer Journey, Rahasia Sukses Giring Pelanggan sampai Checkout
Pelajari apa itu customer journey, tahapan, tools yang direkomendasikan, strategi, dan kesalahan yang harus dihindari dalam memetakannya
Read More