Posted on 15 Oct 2025
Back to main article
Posted on 15 Oct 2025

Buddies, akhir-akhir ini ada banyak cara jualan baru yang inovatif. Misalnya kayak live commerce, gabungan antara live streaming dan e-commerce. Cara ini dengan cepat jadi favorit penjual dan pembeli, soalnya mereka bisa berinteraksi sekaligus bertransaksi langsung dan real-time.

Fenomena ini berkembang pesat di Asia, termasuk Indonesia. Menurut survei, sekitar 84% konsumen pernah menonton dan bertransaksi via live stream.[1] Alasannya karena pengalaman belanja yang lebih personal dan interaktif. Pas banget sama kepribadian Generasi Milenial dan Gen Z.

Buat para Buddies yang belum familier sama apa itu live commerce, semua hal tentangnya bakal dibahas di sini. Gak cuma definisinya aja, tapi juga penjelasan soal opsi platform, perbedaannya sama live shopping, keuntungan, panduan cara memulai, dan lain sebagainya. Jadi, yuk simak penjelasannya! 

Apa Itu Live Commerce? 

Kalau kamu penasaran apa arti dari live commerce, istilah ini merujuk pada metode jualan produk melalui siaran langsung (live streaming). Siaran ini biasanya dilakukan di platform marketplace, e-commerce, atau media sosial. Pembeli pun bisa langsung bertanya, bernegosiasi, dan melakukan pembelian di sana.

Cara jualan yang seperti ini pertama kali muncul di China pada tahun 2016 di situs Taobao.[2] Sejak saat itu, popularitasnya di Asia naik drastis, khususnya di Asia Tenggara. 

Kini, udah ada banyak contoh e-commerce, marketplace, dan media sosial yang umum digunakan buat jualan secara live, kayak:

  • TikTok Live
  • Shopee Live
  • Tokopedia Play
  • Instagram Live Shopping
  • Facebook Live

Perbedaan Live Commerce vs Live Shopping

Buddies, selain live commerce kamu juga bakal mengenal istilah live shopping. Keduanya emang terlihat mirip, mengingat konsepnya yang sama-sama berjualan secara live streaming. 

Tapi, ada perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya, yaitu:

  • Live Commerce: Punya definisi dan cakupan yang lebih luas. Fokus utamanya bukan cuma transaksi jual beli, tapi juga mencakup interaksi dengan pembeli, edukasi produk, promosi brand, membangun komunitas via live streaming, dan lain-lain. 
  • Live Shopping: Bagian dari sistem live commerce, yang fokus pada aktivitas belanja langsung di dalam platform (misalnya TikTok atau Shopee Live). Biasanya terintegrasi dengan sistem checkout instan selama live streaming. Jadi, konsumen bisa membeli produk tanpa harus keluar aplikasi. 

Kenapa Live Commerce Menguntungkan?

Ada banyak manfaat live commerce yang bisa kamu dapatkan, terutama di era serba digital seperti sekarang. Gak heran kalau cara jualan ini berhasil jadi favorit. Contoh manfaat tersebut adalah:

1. Interaksi Real-Time

Salah satu masalah yang sering dialami pembeli saat belanja online adalah interaksi yang terlambat. Dulu, pembeli harus mengirim chat ke penjual dan menunggu hingga beberapa jam untuk dapat jawaban. Namun kini, penjual dapat langsung menjawab pertanyaan pembeli secara real-time saat live.

2. Meningkatkan Kepercayaan 

Selain bisa mendapatkan jawaban secara real-time dan instan, para pembeli juga bisa melihat produk secara detail. Kadang-kadang, para penjual juga mempraktikan langsung cara pakai produk. Sadar tidak sadar, hal ini bisa meningkatkan kepercayaan pembeli pada produk kamu.

3. Konversi Lebih Tinggi

Sebuah studi menunjukkan bahwa konversi sales saat live streaming bisa mencapai 30%.[3] Jumlah konversi ini lebih banyak dari cara jualan online konvensional. Hal ini gara-gara ada urgensi yang tercipta lewat penawaran terbatas seperti diskon selama live.

4. Biaya Promosi Rendah 

Dengan live streaming, kamu juga gak perlu mengeluarkan biaya promosi gila-gilaan. Soalnya, kamu bisa memanfaatkan audiens organik di media sosial. Soalnya, 9 dari 10 Gen Z mengaku kalau mereka sering nonton live commerce TikTok dan platform lain.[4] Belum termasuk Milenial dan generasi lainnya. 

5. Efek Komunitas

Seperti yang udah disinggung di atas, jualan via live streaming juga bisa membangun komunitas. Sadar gak sadar, komunitas ini bisa mendorong pembelian melalui rasa kebersamaan saat live. Kalau ada yang beli, gak jarang diikuti oleh pembelian yang lain. 

Panduan Praktis Memulai Live Commerce

Kalau kamu bingung soal cara live commerce, nih ada panduan praktis dan lengkapnya khusus buat para Buddies! 

  • Pilih platform yang tepat dan sesuaikan sama target audiens. Kalau targetnya Gen Z dan Milenial, pilih TikTok, Shopee, dan Instagram. Jika targetnya cowok, coba Tokopedia. Kalau boomer, live di Facebook.
  • Siapkan peralatan live, termasuk kamera berkualitas, lampu buat pencahayaan, dan koneksi internet stabil.
  • Buat naskah atau alur live, biar siaran lebih terstruktur dan menarik.
  • Gunakan promo eksklusif selama live, kayak diskon khusus atau gratis ongkir, buat membangun urgensi dan rasa FOMO.
  • Bangun interaksi, jadi jangan lupa buat sapa penonton, menjawab pertanyaan, adakan giveaway, dan lain-lain. 

Cara Mengukur Keberhasilan Live Commerce

Sebagai acuan soal apakah live berhasil atau enggak, kamu bisa mengukurnya pakai:

  • Jumlah penonton live
  • Engagement rate, termasuk jumlah like, komentar, dan share
  • Conversion rate, berapa jumlah penonton yang jadi pembeli.
  • Total penjualan selama dan setelah live.
  • ROI dari kampanye live commerce.

Jadi, udah siap buat menerapkan strategi pemasaran inovatif yang menggabungkan hiburan, interaksi, dan transaksi secara bersamaan ini? Dengan persiapan matang, promosi yang kreatif, dan konsistensi, bisnis kamu bisa makin maju. 

Biar hasilnya maksimal, gunakan layanan Performance Creative dari BDD! Kami bisa bantu kamu menciptakan strategi live commerce terbaik yang kreatif dan unik. Jadi, yuk, dicoba layanannya sekarang juga!

Related Article

https://bolehdicoba.com BDD , Budget Marketing
22 Jan 2026

Budget Marketing: Diam-Diam Bocor di Balik Campaign Tanpa Strategi

Budget marketing sering bocor tanpa disadari akibat campaign tanpa strategi. Pelajari penyebab dan cara mengelola budget marketing agar lebih efektif.

Read More
BDD Tren Digital Marketing 2026
20 Jan 2026

7 Prediksi Tren Digital Marketing 2026: Siapkah Bisnis Anda Bersaing?

Masuk tahun 2026, digital marketing berubah cepat. Simak 7 prediksi tren digital marketing 2026 yang wajib dipahami agar bisnis tetap relevan dan unggul

Read More
Brand loyalty
27 Dec 2025

Penjualan Stagnan? Ini Cara Bikin Brand Loyalty Lebih Kuat

Brand Loyalty adalah kunci bisnis untuk survive. Pelajari keuntungan, indikator kesuksesannya, dan cara membangun brand loyalty yang kuat

Read More