Pernah nggak kamu tertarik beli suatu barang karena liat video influencer? Saat ini, para brand gencar untuk menggunakan Key Opinion Leader atau KOL dalam strategi pemasaran digital mereka. Cara KOL terhubung dengan audiensnya yang personal banget, dengan berbagi pengalaman dan opini, memiliki peran dalam cara konsumen membuat keputusan pembelian.

Baca juga: Kenalan dengan KOL, Kunci Strategi Marketing di Era Sekarang!

Tapi, gimana sih cara memilih KOL (Key Opinion Leader) yang tepat untuk brand kamu? Ini beberapa faktor yang harus Buddies pertimbangan sebelum memilih KOL:

1. Kenali Target Audiens Kamu

Sebelum memilih key opinion leader, kamu perlu mengetahui target audiens yang ingin kamu jangkau dengan campaign kamu. Apakah kamu lebih banyak menargetkan pelajar atau justru kalangan pekerja? atau mungkin kamu menargetkan usia dewasa tua? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan memudahkan kamu dalam memilih KOL yang tepat untuk brand kamu.

2. Pahami Tujuan Campaign Kamu

Terdapat berbagai jenis key opinion leader yang bisa kamu ajak berkolaborasi dan bekerja sama, mulai dari nano influencer, micro influencer, mid-tier influencer, macro influencer, hingga mega influencer. Untuk itu, kamu perlu mengetahui tujuan campaign kamu, sebelum memilih KOL. Misalnya, jika kamu ingin awareness pada target spesifik, mungkin KOL dengan audiens kecil dan spesifik lebih cocok untuk memasarkan brand kamu.

Jenis key opinion leader yang dipilih tentu akan mempengaruhi jangkauan audiens dan biaya yang kamu keluarkan. Semakin banyak followers yang dimiliki seorang KOL, semakin banyak audiens yang terjangkau, maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.

3. Engagement KOL

Banyaknya followers yang dimiliki oleh key opinion leader memang dapat menjadi estimasi dari seberapa banyak audiens yang akan terjangkau dari campaign kamu.

Tapi, untuk menghindari fake followers dan tidak tercapainya tujuan campaign, maka lebih baik untuk melihat KOL dari seberapa terlibat audiens dengan postingan mereka. Kamu bisa menggunakan engagement rate sebagai metrik untuk mengukur interaksi audiens terhadap konten-konten yang telah di posting.

4. Relevansi Brand

Seseorang dengan engagement rate yang tinggi belum tentu tepat untuk brand kamu. Untuk itu, kamu perlu memastikan bahwa key opinion leader yang ingin kamu ajak kolaborasi memiliki pengalaman di bidang yang sama dengan industri brand kamu agar mereka dapat lebih mudah memperkenalkan dan menyampaikan informasi brand kamu pada masyarakat luas.

5. Cek Background KOL secara menyeluruh

Cek key opinion leader secara teliti sebelum bekerja sama. Seseorang dengan followers yang banyak bukan hanya membuat mereka lebih dikenal, tetapi juga diperhatikan oleh banyak orang. Karena KOL mewakili brand, maka segala hal negatif dari mereka tentu akan berdampak buruk pada brand kamu. Pastikan KOL yang kamu ajak bekerja sama cocok dengan brand image dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai brand kamu.

Key Opinion Leader memang bisa menjadi pilihan tepat sebagai strategi dalam mempromosikan brand. Tapi, pastikan Buddies memilih KOL yang tidak hanya memiliki karakteristik yang sesuai, tetapi mereka yang memiliki kemampuan dalam membuat konten-konten yang menarik bagi audiensnya.

Kalau Buddies butuh bantuan dalam pembuatan konten untuk strategi marketing, Boleh Dicoba Digital (BDD) punya layanan Creative Content Development yang bisa bantu kamu membuat konten yang eye-catching, loh. Layanan Creative Content Development dari BDD juga sudah berhasil bekerja sama dengan lebih dari 50 bisnis di berbagai industri.

Tertarik untuk menggunakan jasa Creative Content Development BDD untuk brand kamu? Silakan hubungi kami atau kunjungi website Boleh Dicoba Digital (BDD) di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twenty − 20 =